Flu Super Belum Terdeteksi, ISPA dan Diare di Dompu Meningkat
- 29 Sep 2026 08:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Kekhawatiran terhadap penyebaran flu super atau infeksi Influenza A(H3N2) subclade K, belum menemukan indikasi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Hingga kini, hasil pemantauan Dinas Kesehatan melalui rumah sakit dan puskesmas belum menunjukkan adanya laporan yang mengarah pada penyakit tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dompu, Maria Ulfa, mengatakan kesimpulan tersebut mengacu pada hasil tracking dan surveilans yang dilakukan secara rutin.
"Belum ada pelaporan, baik secara manual maupun berbasis aplikasi," katanya, Selasa, 29 September 2026.
Petugas kesehatan terus melakukan surveilans aktif dengan memantau kunjungan pasien setiap hari.
Setiap keluhan dan penyakit yang ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan dicatat, kemudian dilaporkan kepada Dinas Kesehatan untuk melihat perkembangan penyakit.
Di tengah pemantauan tersebut, perhatian justru mengarah pada peningkatan ISPA dan pneumonia, serta temuan penyakit diare yang terjadi bersamaan dengan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Dompu.
Keterbatasan air bersih menjadi salah satu persoalan yang perlu diwaspadai. Minimnya pasokan air dapat memengaruhi kebersihan diri dan lingkungan, sehingga meningkatkan risiko penyakit, terutama diare.
Sementara kondisi udara kering dan berdebu juga dapat memperburuk gangguan saluran pernapasan.
Karena itu, ISPA dan pneumonia menjadi penyakit yang terus dipantau Dinas Kesehatan.
Maria mengimbau warga tidak panik terhadap informasi mengenai flu super, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala gangguan pernapasan.
Gejala yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi mendadak di atas 38 derajat Celsius, menggigil, nyeri otot dan kepala, kelelahan berat, batuk, serta hidung tersumbat atau berair.
"Kalau ada gejala, harapan kami langsung ke fasilitas kesehatan. Jangan menunggu sampai kondisinya berat," katanya.
Untuk mencegah penularan penyakit, warga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan dengan baik, menggunakan masker ketika sakit atau berada di tengah kerumunan, serta menjaga asupan makanan bergizi dan cairan.
Khusus dalam situasi kekeringan, ketersediaan air bersih menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Air yang digunakan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari harus dipastikan bersih untuk menekan risiko diare.
Dinas Kesehatan juga meminta perhatian lebih terhadap anak-anak yang mengalami diare maupun gangguan pernapasan. Jika muncul tanda dehidrasi, demam tinggi, sesak, atau kondisi semakin lemah, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....