Dikes Bima Dorong Posyandu Jadi Pusat Layanan Terintegrasi
- 31 Agt 2026 18:09 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Penguatan Posyandu menjadi salah satu fokus utama Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dalam mendorong keberhasilan Integrasi Layanan Primer (ILP) hingga ke tingkat desa.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor dan Lintas Program Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) Tingkat Kabupaten Bima, yang digelar di Rumah Dinning Santi, Kota Bima.
Forum koordinasi tersebut tidak hanya membahas penerapan ILP di tingkat Puskesmas, tetapi juga memperkuat peran pemerintah desa, kader dan Posyandu sebagai bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan primer yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Rapat diikuti seluruh Kepala Bidang lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, perwakilan lintas program, perangkat daerah terkait, Camat Bolo, pemerintah desa dari tiga desa lokus pilot project ILP Kecamatan Bolo, Kepala Puskesmas Bolo serta perwakilan masing-masing klaster layanan ILP Puskesmas Bolo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti menyampaikan bahwa keberhasilan penerapan ILP membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Menurutnya, sektor kesehatan tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, Puskesmas, kader dan masyarakat harus memiliki komitmen yang sama untuk membangun pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
"Implementasi ILP tidak dapat dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan komitmen dan sinergi pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, puskesmas, kader, serta masyarakat agar pelayanan kesehatan primer semakin berkualitas, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.
Nurul menjelaskan bahwa salah satu arah penting dalam Transformasi Layanan Primer adalah memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat berdasarkan kelompok sasaran dalam siklus kehidupan.
Karena itu, Posyandu perlu diperkuat agar tidak hanya dipahami sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih luas dan terintegrasi.
Penguatan tersebut mencakup pelayanan yang menyasar berbagai kelompok umur, sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat dapat ditangani secara lebih komprehensif sejak usia dini hingga lanjut usia.
Dalam konteks tersebut, pemerintah desa memiliki peran strategis. Dukungan pemerintah desa diperlukan untuk memperkuat kelembagaan Posyandu, mendukung keberadaan kader serta memastikan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pentingnya peran pemerintah desa juga menjadi salah satu materi yang disampaikan Dr. Djuwaidin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDES) dalam rapat koordinasi tersebut.
Selain itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima memberikan pemaparan terkait penerapan ILP serta pentingnya membangun pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi antara Puskesmas dan jejaring pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Ashadi Husen, SKM., M.HKes melalui laporan pelaksanaan kegiatan menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi, memperjelas peran dan memperkuat komitmen bersama.
Tiga desa di Kecamatan Bolo yang menjadi lokus pilot project ILP juga menjadi bagian penting dalam proses penguatan model pelayanan tersebut. Bersama Puskesmas Bolo, pemerintah desa diharapkan dapat membangun pola pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Penerapan ILP di tingkat desa juga diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap berbagai persoalan kesehatan. Dengan pelayanan yang lebih terintegrasi, masyarakat diharapkan lebih mudah mendapatkan informasi, pemeriksaan, pemantauan serta pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menilai bahwa keberhasilan program tersebut tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan pelayanan, tetapi juga dari seberapa kuat sistem kesehatan mampu menjangkau masyarakat dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan.
Karena itu, penguatan Posyandu, kader, Puskesmas dan dukungan pemerintah desa menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam penerapan ILP.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima berharap terbangun komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer yang terpadu, berkualitas, mudah diakses dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penerapan ILP diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat Transformasi Layanan Primer sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat Kabupaten Bima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....