Dikes Bima Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Dukung ILP

  • 31 Agt 2026 17:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dan lintas program sebagai langkah strategis mempercepat penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di wilayah Kabupaten Bima.

Komitmen tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Lintas Sektor dan Lintas Program Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) Tingkat Kabupaten Bima yang berlangsung di Rumah Dinning Santi, Kota Bima.

Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen berbagai pihak dalam mendukung implementasi ILP, khususnya di tingkat Puskesmas dan desa.

Kegiatan dihadiri seluruh Kepala Bidang lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, perwakilan lintas program Dinas Kesehatan, perangkat daerah terkait, Camat Bolo, pemerintah desa dari tiga desa yang menjadi lokus pilot project ILP di Kecamatan Bolo, Kepala Puskesmas Bolo serta perwakilan masing-masing klaster layanan ILP Puskesmas Bolo.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Ashadi Husen, SKM., M.HKes menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan penerapan ILP dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Menurutnya, penerapan ILP membutuhkan kesamaan pemahaman mengenai konsep pelayanan kesehatan terintegrasi, pembagian tugas yang jelas serta komitmen bersama dari seluruh unsur yang terlibat.

"Koordinasi diperlukan agar setiap pihak memahami peran masing-masing dan dapat memberikan dukungan secara optimal dalam penerapan ILP," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti menegaskan bahwa transformasi pelayanan kesehatan primer tidak dapat dilakukan hanya oleh Dinas Kesehatan maupun Puskesmas.

Menurutnya, keberhasilan ILP sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perangkat daerah, kader kesehatan dan masyarakat.

"Implementasi ILP tidak dapat dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan komitmen dan sinergi pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, puskesmas, kader, serta masyarakat agar pelayanan kesehatan primer semakin berkualitas, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," kata Nurul Wahyuti.

Ia menjelaskan, ILP merupakan bagian dari Transformasi Layanan Primer yang diarahkan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melalui ILP, pelayanan kesehatan primer diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga memperkuat upaya promotif dan preventif, deteksi dini serta pelayanan kesehatan berdasarkan kelompok sasaran sepanjang siklus kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Nurul juga menekankan pentingnya memperkuat Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat desa.

"Posyandu diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan terintegrasi yang mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat, mulai dari bayi dan balita, anak-anak, remaja, usia produktif hingga lanjut usia," ucapnya.

Rapat koordinasi tersebut juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima serta Dr. Djuwaidin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDES).

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya dukungan pemerintah desa dalam memperkuat kelembagaan Posyandu serta mendukung keberhasilan penerapan ILP di tingkat desa.

Keterlibatan pemerintah desa dinilai sangat penting karena pelayanan kesehatan primer bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dukungan desa diperlukan untuk menggerakkan kader, memperkuat kegiatan Posyandu dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai program kesehatan.

Puskesmas Bolo bersama tiga desa yang menjadi lokus pilot project juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Pengalaman dari lokus pilot project diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran untuk memperkuat penerapan ILP di wilayah lainnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima berharap terbangun kerja sama yang semakin kuat antara lintas program dan lintas sektor.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi pelayanan kesehatan primer sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang terpadu, berkualitas, mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan.

Penerapan ILP pada akhirnya diharapkan tidak hanya memperbaiki sistem pelayanan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui penguatan upaya promotif dan preventif di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....