85 Kontak Erat Pasien TB Jalani Skrining di Dompu
- 06 Agt 2026 10:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai mengintensifkan pelacakan kontak erat dan skrining Tuberkulosis (TB) di wilayah Kabupaten Dompu. Kegiatan yang dimulai sejak 3 Agustus 2026 ini diawali di Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, dan akan dilanjutkan secara bertahap ke desa dan kelurahan lainnya yang menjadi lokus penyebaran TB.
Program pelacakan dan skrining ini dipusatkan pada 40 desa dan kelurahan yang menjadi lokus penanganan TB di Kabupaten Dompu.
Kelurahan Dorotangga, Desa dan kelrahan yang menjadi lokus skrining dan tracing adalah Keluarahan Bali, Bada, Karijawa, Potu, Kandai Satu.
Selanjutnya Desa Mangge Nae, Dore Bara, O’o, Kareke, Madaprama, Simpasai, Baka Jaya, Kandai Dua, Bara, Saneo, Pajo, Tembalae, Cempi Jaya, Sawe, Rasabou, Jala, Daha, Hu’u, Tanju, Sukadamai, Lanci Jaya, Kampasi Meci, Banggo, Soro, Taa, Kempo, Kiwu, Taropo, Beringin Jaya, Sori Tatanga, Sori Nomo, Pekat, Doropeti, dan Nangamiro.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya rutin pemerintah daerah untuk menemukan penderita TB yang belum terdeteksi, termasuk pasien lama yang sempat berhenti menjalani pengobatan maupun penderita baru yang belum mendapatkan penanganan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maria Ulfa, mengatakan pelacakan kontak erat menjadi strategi penting untuk memutus rantai penularan penyakit sekaligus meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
"Tujuannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga mendukung target Dompu menuju nol kasus TB serta meningkatkan capaian SPM," ujarnya, Kamis, 6 Agusts 2026.
Pada tahap awal, sebanyak 85 orang yang merupakan kontak erat pasien TB menjalani skrining kesehatan. Meski demikian, hasil pemeriksaan belum dapat dipastikan karena seluruh sampel yang diambil masih harus menjalani pemeriksaan laboratorium sebelum ditetapkan status kesehatannya.
Maria Ulfa menjelaskan, pelaksanaan skrining dilakukan oleh masing-masing puskesmas di wilayah kerja, sedangkan Dinas Kesehatan bertugas melakukan pendampingan dan pemantauan selama proses berlangsung. Sementara itu, RSUD Dompu berperan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan maupun penanganan medis.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap seluruh penderita TB dapat ditemukan sedini mungkin, memperoleh pengobatan secara tuntas, serta mencegah munculnya penularan baru di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Selain mendukung target eliminasi TB, langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Dompu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....