Rawat Penderita TBC, RSUD Dompu Temukan 11 Kasus Baru HIV/AIDS

  • 04 Agt 2026 12:43 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, kembali menemukan 11 kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Kasus tersebut terungkap setelah sejumlah pasien yang menjalani pengobatan tuberkulosis (TBC) menjalani pemeriksaan lanjutan melalui skrining HIV sesuai prosedur pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Dompu, Fitratul Ramadhan, mengatakan penemuan kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan dan skrining terhadap pasien yang memiliki faktor risiko maupun indikasi medis sehingga perlu dilakukan tes HIV.

"Dari hasil skrining dan pemeriksaan lanjutan, ditemukan 11 orang yang dinyatakan positif HIV," ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, delapan orang merupakan laki-laki dan tiga lainnya perempuan. Seluruh pasien yang terdeteksi merupakan kelompok usia dewasa dan tidak ditemukan kasus pada anak-anak.

Menurut Fitratul, tambahan 11 kasus baru tersebut semakin menambah jumlah orang dengan HIV yang tercatat di Kabupaten Dompu. Berdasarkan data hingga tahun 2025, terdapat 31 kasus HIV/AIDS yang telah teridentifikasi.

Dengan penambahan 11 kasus yang ditemukan pada Juni 2026, jumlah kasus yang tercatat menjadi 41 orang.

Data tersebut merupakan akumulasi dari hasil skrining terhadap kelompok berisiko serta masyarakat yang secara sukarela memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Fitratul menjelaskan, pemeriksaan HIV terhadap pasien TBC merupakan bagian dari prosedur pelayanan kesehatan. Hal itu dilakukan karena penderita TBC memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi HIV, sehingga deteksi dini menjadi langkah penting agar pasien segera memperoleh terapi dan pendampingan yang sesuai.

Ia menegaskan, pasien yang dinyatakan positif HIV akan mendapatkan layanan konseling, pengobatan antiretroviral (ARV), serta pendampingan medis secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah penularan lebih lanjut.

Meski jumlah kasus yang tercatat terus bertambah, Fitratul menilai angka tersebut belum menggambarkan kondisi sebenarnya di masyarakat.

"HIV/AIDS di Kabupaten Dompu dapat diibaratkan seperti fenomena gunung es. Kasus yang terdeteksi kemungkinan hanya sebagian kecil dari jumlah yang sebenarnya ada di masyarakat," katanya.

Karena itu, RSUD Dompu mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko atau merasa pernah terpapar untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan secara sukarela di fasilitas kesehatan. Semakin dini HIV diketahui, semakin cepat pengobatan dapat diberikan sehingga kualitas hidup penderita dapat dipertahankan dan risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Dukungan keluarga dan lingkungan, disertai kepatuhan menjalani terapi, menjadi bagian penting dalam pengendalian penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Dompu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....