Wagub NTB Luncurkan Intervensi Serentak, Tekankan Peran Keluarga Cegah Stunting

  • 02 Jul 2026 20:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kesiapan pasangan muda sebelum memiliki anak dinilai menjadi faktor utama dalam memutus mata rantai stunting.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri dan me-launching Kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Desa Lendang Nangka Utara, Lombok Timur, Kamis, 2 Juli 2026. Dalam arahannya, Wagub meminta para kepala desa mengetahui secara detail kondisi masyarakatnya, terutama calon ibu dan pasangan usia subur, mulai dari faktor usia, berat badan, hingga ukuran lingkar lengan sebagai indikator kesehatan.

"Fokus utama penanganan stunting harus dimulai dari kelompok terkecil, yaitu keluarga. Kita harus memastikan calon orang tua benar-benar siap, baik secara fisik maupun mental, sebelum memasuki kehidupan berumah tangga," ujar Wagub.

Ia menyayangkan selama ini berbagai pihak lebih banyak berfokus pada pencapaian target angka penurunan stunting secara makro, sementara langkah-langkah mendasar di tingkat keluarga belum berjalan optimal. Menurutnya, edukasi dan pendampingan terhadap keluarga harus menjadi perhatian utama dalam setiap program penanganan stunting.

Wagub juga mengingatkan agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak berhenti pada aspek seremonial semata. Seluruh program harus benar-benar dirancang untuk menjawab persoalan kemiskinan dan stunting secara nyata di lapangan.

"Jangan sampai kegiatan yang kita laksanakan hanya menjadi seremoni. Ketika berbicara target penurunan stunting, maka seluruh program harus siap, tepat sasaran, dan berpihak pada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Lebih lanjut, ia berharap semangat kepedulian terhadap penanganan stunting tidak hanya tumbuh di Lombok Timur, tetapi juga menyebar ke seluruh kabupaten dan kota di NTB. Selain persoalan kesehatan, ia turut menyoroti perlunya perbaikan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan menuju sejumlah desa yang masih memerlukan perhatian pemerintah.

Wagub juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, camat, dan kepala desa untuk menyesuaikan tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kolaborasi semua pihak.

Saat ini, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara masih berada di zona merah kasus stunting di NTB. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama dan langkah berkelanjutan untuk mempercepat penurunannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Untuk mengukur capaian kinerja, Pemkab Lombok Timur telah melakukan pemetaan dan evaluasi penanganan stunting selama tiga tahun terakhir.

"Hasil evaluasi menunjukkan Lombok Timur memiliki tren perkembangan yang positif dan berada di jalur yang benar dalam upaya penurunan stunting," kata Edwin.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur saat ini juga mendapatkan pendampingan khusus dari Pemerintah Pusat dan Bank Dunia. Pendampingan tersebut berkaitan dengan implementasi aplikasi terintegrasi dari Kementerian Dalam Negeri yang akan mengompilasi berbagai sumber data menjadi satu sistem informasi.

Melalui aplikasi tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan intervensi yang lebih terarah, tepat sasaran, dan berbasis data yang akurat sehingga upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif. Kegiatan launching intervensi serentak ini menjadi bagian dari komitmen bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.

Sebelumnya, Wakil Bupati bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB dan Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur meninjau langsung pelayanan Posyandu serta kegiatan makan bersama di Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat). Kegiatan ini dipusatkan di Posyandu "Saling Kasih", Dusun Otak Pancor, Desa Lendang Nangka Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....