TP PKK NTB Terapkan Metode Kaps-Map, Percepat Penanganan Stunting di Lombok Timur

  • 29 Jun 2026 15:07 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerapkan metode inovatif bernama Kaps-Map atau Media Assessment Partisipatif (MAP) dengan pendekatan Komunikasi Antar Pribadi (KAP). Metode ini guna mempercepat pengentasan stunting di Kabupaten Lombok Timur.

Program tersebut menyasar langsung keluarga yang terdampak stunting melalui pendekatan personal di tingkat akar rumput. Para kader PKK akan mendatangi rumah warga untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi keluarga melalui sejumlah pertanyaan mendalam.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia Iqbal, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat lagi hanya dipandang sebagai persoalan gizi semata. Menurutnya, terdapat berbagai faktor sosial, ekonomi, lingkungan, hingga pola asuh yang menjadi penyebab stunting pada setiap keluarga.

“Masalah stunting itu tidak bisa lagi disikapi hanya sebatas masalah gizi saja. Karena setiap keluarga memiliki persoalan yang berbeda-beda sehingga perlu dipetakan secara khusus,” ujarnya, Senin 29 Juni 2026.

Melalui metode Kaps-Map, kader PKK akan mengidentifikasi akar masalah yang dihadapi masing-masing keluarga. Hasil pemetaan tersebut kemudian akan disusun menjadi data yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan program intervensi yang lebih tepat sasaran.

Sinta menjelaskan, faktor penyebab stunting bersifat dinamis dan bervariasi. Bahkan dalam satu desa yang sama, setiap keluarga dapat memiliki tantangan yang berbeda sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula.

Data yang berhasil dihimpun para kader nantinya akan diserahkan kepada pemerintah desa sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif. Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu membantu pemerintah desa menentukan langkah prioritas dalam mengatasi berbagai persoalan yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting.

Selain berfokus pada keluarga inti, program ini juga mendorong keterlibatan lingkungan sekitar, termasuk tetangga dan masyarakat setempat, untuk bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang menjadi pemicu stunting. Sinta optimistis pendekatan berbasis komunikasi dan kedekatan sosial tersebut dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat secara lebih cepat dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini akan terjalin hubungan atau kedekatan dengan masyarakat sehingga mereka lebih cepat mengubah kebiasaan mereka ke arah yang lebih baik,” katanya.

Ia berharap penerapan metode Kaps-Map dapat memperkuat sinergi antara kader PKK, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menekan angka stunting di Lombok Timur. Disamping itu mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....