Plain Yoghurt dan Low Fat Yoghurt, Apa Perbedaannya Sebenarnya?
- 29 Jun 2026 08:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Semangkuk yoghurt sering menjadi pilihan menu sarapan maupun camilan sehat. Namun, ketika dihadapkan pada pilihan plain yoghurt dan low fat yoghurt, banyak orang mengira keduanya sama. Padahal, meski sama-sama merupakan hasil fermentasi susu, keduanya memiliki perbedaan dari segi kandungan lemak, tekstur, rasa, hingga manfaat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Plain yoghurt adalah yoghurt tanpa tambahan gula, perasa, maupun pewarna. Jenis yoghurt ini bisa dibuat dari susu penuh lemak (whole milk), susu rendah lemak (low fat), atau susu tanpa lemak (skim). Sementara itu, low fat yoghurt merupakan yoghurt yang secara khusus dibuat dari susu rendah lemak sehingga kandungan lemaknya lebih sedikit dibanding yoghurt biasa.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, yoghurt merupakan sumber protein, kalsium, vitamin B12, fosfor, serta probiotik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Kandungan probiotik tersebut berperan dalam mendukung kesehatan usus, sistem imun, dan membantu proses pencernaan.
Berikut beberapa perbedaan utama antara plain yoghurt dan low fat yoghurt.
1. Kandungan lemak
Perbedaan paling jelas terdapat pada kadar lemaknya. Plain yoghurt dapat mengandung sekitar 3–5 persen lemak apabila dibuat dari susu utuh. Sebaliknya, low fat yoghurt umumnya hanya mengandung sekitar 0,5–2 persen lemak karena menggunakan susu rendah lemak.
Menurut United States Department of Agriculture (USDA), pengurangan kadar lemak juga akan menurunkan jumlah kalori dalam setiap sajian, sehingga low fat yoghurt menjadi pilihan bagi orang yang sedang mengatur asupan energi.
2. Tekstur dan rasa
Plain yoghurt dari susu penuh lemak umumnya memiliki tekstur lebih kental, lembut, dan creamy dengan rasa yang lebih gurih. Kandungan lemak memberikan sensasi lebih kaya di mulut.
Sebaliknya, low fat yoghurt terasa lebih ringan dan sedikit kurang creamy. Pada beberapa produk komersial, produsen menambahkan bahan penstabil agar teksturnya tetap lembut meskipun kadar lemaknya lebih rendah.
3. Kandungan kalori
Karena kadar lemaknya lebih sedikit, low fat yoghurt biasanya memiliki jumlah kalori yang lebih rendah dibanding plain yoghurt berbahan susu penuh lemak.
Namun, para ahli mengingatkan agar konsumen tetap membaca label kemasan. Sebagian produk low fat yoghurt justru mengandung gula tambahan lebih tinggi untuk mempertahankan cita rasa, sehingga total kalorinya bisa mendekati atau bahkan melebihi yoghurt biasa.
4. Kandungan nutrisi
Keduanya tetap menjadi sumber protein, kalsium, fosfor, vitamin B2, vitamin B12, dan probiotik. Perbedaan utamanya hanya pada kadar lemak dan kandungan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A dan D, yang cenderung lebih tinggi pada yoghurt dengan kandungan lemak lebih banyak.
Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, baik yoghurt rendah lemak maupun yoghurt biasa tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama tidak mengandung gula tambahan berlebihan.
Mana yang lebih baik?
Tidak ada jawaban mutlak karena pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan masing-masing individu.
- Plain yoghurt cocok bagi orang yang menginginkan rasa alami, tekstur lebih creamy, serta minim tambahan bahan lain.
- Low fat yoghurt dapat menjadi pilihan bagi mereka yang sedang mengurangi asupan lemak atau mengontrol kalori harian.
- Apa pun pilihannya, sebaiknya pilih yoghurt tanpa tambahan gula (unsweetened) agar manfaat kesehatannya lebih optimal.
Yang terpenting, yoghurt sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Menambahkan buah segar, kacang-kacangan, atau biji-bijian dapat meningkatkan kandungan serat, vitamin, dan mineral sehingga menjadi menu yang lebih lengkap dan bergizi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....