Waspada Heatstroke di Musim Kemarau, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

  • 24 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Musim kemarau identik dengan cuaca panas, paparan sinar matahari yang lebih terik, dan suhu udara yang meningkat. Kondisi ini membuat masyarakat perlu mewaspadai Heatstroke atau serangan panas, yakni kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu mengatur suhu tubuh akibat paparan panas berlebihan.

Heatstroke dapat menyerang siapa saja, namun kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, pekerja lapangan, atlet, serta masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Menurut World Health Organization (WHO), gelombang panas dan suhu ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heatstroke yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Heatstroke terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Pada kondisi tersebut, tubuh kehilangan kemampuan untuk mendinginkan diri melalui proses berkeringat.

Pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk beberapa gejala heatstroke yang perlu diwaspadai:

  • Suhu tubuh sangat tinggi (di atas 40 derajat Celsius).

  • Pusing dan sakit kepala.

  • Kulit terasa panas, kemerahan, dan kering.

  • Detak jantung lebih cepat.

  • Mual dan muntah.

  • Kebingungan atau sulit berkonsentrasi.

  • Tubuh terasa lemas.

  • Pingsan atau kehilangan kesadaran.

Untuk mencegah heatstroke selama musim kemarau, dianjurkan melakukan beberapa langkah sederhana, antara lain:

1. Banyak Minum Air Putih, Pastikan tubuh tetap terhidrasi, meskipun tidak merasa haus.

2. Hindari Aktivitas Berat Saat Cuaca Panas, Batasi aktivitas luar ruangan, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat ketika paparan sinar matahari berada pada intensitas tinggi.

3. Gunakan Pakaian Yang Nyaman, Pilih pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna cerah agar tubuh lebih mudah melepaskan panas.

4. Gunakan Pelindung Diri, Kenakan topi, payung, dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

5. Tidak Diam Terlalu Lama di Dalam Mobil, Suhu di dalam mobil yang terparkir dapat meningkat dengan sangat cepat dan berbahaya.

6. Atur Jam Istirahat, Bagi pekerja lapangan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, sempatkan beristirahat di tempat yang teduh atau berpendingin udara.

Perlu menjadi perhatian adalah jika menunjukkan gejala heatstroke, segera pindah ke tempat yang lebih sejuk, longgarkan pakaian, kompres tubuh dengan air dingin, coba minum air putih, dan segera cari pertolongan medis.

Di tengah meningkatnya suhu udara selama musim kemarau, kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi paparan panas berlebih dapat membantu menurunkan risiko terjadinya heatstroke.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....