Keluarga Alaydrus Gelar Bakti Sosial Kesehatan, Layani Ratusan Warga Lombok Timur
- 07 Jun 2026 18:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur – Di tengah kesibukan sebagai akademisi, dokter spesialis, dan tenaga kesehatan, keluarga besar Alaydrus menyisihkan satu hari khusus untuk kembali ke kampung halaman mereka di Desa Selebung, Kecamatan Keruak, Lombok Timur untuk Melaksanakan bakti sosial kesehatan yang digelar di kediaman keluarga pada Senin 1 Juni 2026, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WITA.
Masyarakat terlihat begitu antusias, sekitar 520 warga mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis.
Bagi keluarga Alaydrus, kegiatan tersebut bukan sekadar pelayanan kesehatan. Ada nilai pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi alasan utama mengapa program itu terus dipertahankan.
Guru Besar Universitas Mataram, sekaligus Ketua Masjid Nurul Iman Selebung, Prof. Dr. Agil Al Idrus, M.Si, mengatakan gagasan bakti sosial kesehatan berangkat dari pesan keluarga agar setiap anggota menyisihkan sebagian waktu dan kemampuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat.
Menurutnya, program serupa sebenarnya telah dilaksanakan beberapa tahun lalu. Namun, kegiatan sempat terhenti karena sejumlah anggota keluarga masih menjalani pendidikan profesi dan spesialisasi di berbagai daerah.
"Tujuannya bagaimana kami bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dasarnya adalah menyisihkan waktu untuk membantu masyarakat melalui kemampuan yang kami miliki," ungkapnya, Kamis 4 Juni 2026.
Setelah para anggota keluarga menyelesaikan pendidikan dan kembali bertugas sebagai dokter maupun tenaga kesehatan, gagasan tersebut kembali diwujudkan melalui pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Ali Jadid Al Idrus, selaku Ketua Pelaksana sekaligus Sekretaris Masjid Nurul Iman Selebung itu dipersiapkan dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, antusiasme masyarakat melampaui perkiraan panitia.
Tidak hanya warga Desa Selebung, masyarakat dari sejumlah wilayah lain seperti Jerowaru dan Lungkak turut datang untuk memeriksakan kesehatan mereka.
Bagi banyak warga, layanan tersebut menjadi kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis tanpa harus bepergian jauh ke fasilitas kesehatan yang berada di pusat kota.
Dokter spesialis ortopedi sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram, dr. M. Mukaddam Alaydrus, Sp.OT., M.Ked.Klin., FICS, menjelaskan bahwa pelayanan dilakukan melalui sistem registrasi, pemeriksaan awal, konsultasi dokter, hingga pemberian obat secara gratis.

Menurutnya, kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.
"Kami tidak bisa menyelesaikan semua masalah medis di lokasi kegiatan. Namun kami ingin menjadi pemicu agar masyarakat mau melakukan pemeriksaan lanjutan apabila memang diperlukan," katanya.
Ia menjelaskan setiap pasien mendapatkan pemeriksaan sesuai keluhan yang disampaikan. Selain memperoleh obat gratis, pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut juga diberikan surat pengantar untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak ditemukan adalah nyeri sendi dan gangguan penglihatan, terutama pada kelompok usia di atas 40 tahun.
Untuk memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah tenaga kesehatan dari keluarga besar Alaydrus, termasuk Istri dr. M. Mukaddam yaitu dr. Fitriani Hanis, Sp.M., M.Ked.Klin., FICS, dokter spesialis mata yang berpraktik di RS Mata Lombok dan RSI Namira Selong. Selain itu, hadir pula dr. Lalu Galih, Sp.JP dari RSUD dr. R. Soedjono Selong yang memberikan konsultasi terkait kesehatan jantung.
Selain itu, sejumlah dokter umum, bidan, dan perawat dari keluarga besar Alaydrus juga turut terlibat, di antaranya dr. Syarifa Soraya Fairuzha, MM, dr. Muh. Ghasim Al Aydrus, Selvina Ismalia Assegaf, SST, Khalida Rahmah Al Idrus, dan Sayyid Fuad Fikri Al Habsy, S.Kep.
Kegiatan tersebut juga turut didukung oleh Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, Pimpus Muslimat NW, dan DPW Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia Provinsi NTB.
Bagi Prof. Agil, keberhasilan kegiatan tersebut bukan diukur dari jumlah pasien yang datang, melainkan dari manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Ia berharap semangat berbagi yang menjadi fondasi kegiatan tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ke depan, keluarga Alaydrus berencana menjadikan bakti sosial kesehatan sebagai program berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Kami ingin kegiatan ini terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di masa mendatang," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....