Musim Pancaroba Warga Diminta Tingkatkan Imunitas Tubuh
- 04 Jun 2026 14:20 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Kota Mataram menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram. Suhu udara yang terasa terik pada siang hari namun berubah cukup dingin saat malam dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berkaitan dengan lingkungan dan daya tahan tubuh.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Kota Mataram mengoptimalkan peran seluruh puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan sekaligus pusat edukasi masyarakat.
"Kami ingin memastikan warga dapat memperoleh layanan kesehatan secara cepat sekaligus mendapatkan informasi yang tepat mengenai cara menjaga kesehatan di tengah cuaca yang tidak menentu." Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirlad Isfihan, Kamis 4 Juni 2026.
Ia menegaskan seluruh fasilitas kesehatan di wilayahnya telah siap menghadapi berbagai kondisi cuaca, mulai dari musim hujan, pancaroba hingga musim kemarau, Sehingga sistem pelayanan kesehatan berbasis wilayah yang diterapkan saat ini memungkinkan masyarakat memperoleh akses penanganan medis dengan lebih mudah.
Kesiapan tersebut menjadi penting katanya karena musim pancaroba kerap diikuti peningkatan kasus penyakit lingkungan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), maupun influenza.
“Kalau sistem imun masyarakat baik, tubuh akan lebih mudah melawan bakteri maupun virus. Karena itu masyarakat perlu menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi vitamin, istirahat yang cukup, dan rutin berolahraga,” ujarnya.
Fenomena cuaca yang dipengaruhi minimnya tutupan awan, rendahnya kelembaban udara, serta hembusan angin Monsun Australia membuat perbedaan suhu siang dan malam semakin terasa. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko penurunan daya tahan tubuh, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
"Iya seperti biasa kami lakukan sosialisasi melalui tenaga kesehatan di puskesmas maupun kader di posyandu. Edukasi difokuskan pada pengenalan gejala penyakit yang sering muncul saat perubahan cuaca, cara menjaga kebersihan lingkungan, hingga pentingnya menjaga asupan gizi dan cairan tubuh," ujar Emirald.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....