Plastik Kresek Hitam Dinilai Berbahaya untuk Wadah Daging Kurban
- 23 Mei 2026 10:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Produksi sampah di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tercatat masih cukup tinggi. Setiap hari, volume sampah yang berasal dari rumah tangga, pasar, pertokoan hingga hotel mencapai sekitar 385,35 meter kubik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Syaukani mengatakan, sampah plastik masih menjadi penyumbang terbesar produksi sampah di Kabupaten Dompu.
Menurutnya, pemerintah daerah terus menyuarakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, termasuk melalui gerakan memilah sampah dari rumah tangga.
“Pengurangan sampah plastik harus dimulai dari rumah. Kesadaran masyarakat sangat penting untuk menekan produksi sampah anorganik,” ujarnya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia menjelaskan, momentum Idul Adha menjadi salah satu periode krusial meningkatnya produksi sampah plastik di daerah.
Sebab, pembagian daging kurban kepada masyarakat umumnya masih menggunakan kantong plastik sekali pakai.
Penggunaan kantong plastik, terutama plastik kresek hitam, diperkirakan akan meningkatkan jumlah sampah anorganik di Kabupaten Dompu selama perayaan Idul Adha.
Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu mengimbau seluruh Rumah Potong Hewan (RPH), baik milik pemerintah maupun swasta, serta Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan pemerintah kecamatan hingga desa agar tidak menggunakan kantong plastik saat pembagian daging kurban.
Sebagai alternatif, masyarakat diminta menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek atau wadah anyaman bambu.
“Selain mengurangi sampah plastik, penggunaan wadah ramah lingkungan juga lebih aman untuk kesehatan,” katanya.
Syaukani menambahkan, penggunaan plastik kresek hitam tidak disarankan karena berpotensi membahayakan kesehatan.
Plastik jenis tersebut umumnya berasal dari hasil daur ulang yang bahan bakunya dapat mengandung limbah kimia, pestisida hingga bekas kemasan produk tertentu.
Menurutnya, penggunaan plastik hitam untuk wadah makanan, termasuk daging kurban, sebaiknya dihindari karena memiliki risiko pencemaran terhadap bahan pangan.
Pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai terus meningkat sehingga volume sampah di Kabupaten Dompu dapat ditekan, terutama sampah anorganik yang sulit terurai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....