Swab Massal Hantavirus Dipastikan Hoaks
- 21 Mei 2026 16:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dinas Kesehatan Kota Mataram menegaskan hingga saat ini tidak ada instruksi dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan tes swab atau PCR massal untuk hantavirus. Penegasan itu disampaikan menyusul munculnya informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan adanya pemeriksaan massal akibat penyebaran virus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan mengatakan, Kementerian Kesehatan hanya menerbitkan surat edaran kewaspadaan tertanggal 10 Mei 2026 yang berisi penguatan screening dan surveilans aktif di fasilitas kesehatan, laboratorium, serta pintu masuk karantina kesehatan, termasuk bandara.
“Sejauh ini kementerian tidak pernah mengeluarkan surat edaran terkait tes swab massal. Yang ada hanya instruksi kewaspadaan dan pembagian tugas screening serta surveilans aktif,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.
Menurut Emirald, pengawasan kini diperketat terutama di jalur kedatangan seperti bandara. Pemeriksaan lanjutan baru dilakukan apabila ditemukan warga dengan gejala mencurigakan atau terindikasi terpapar penyakit tertentu.
“Jika ada masyarakat yang menunjukkan gejala, tentu akan dilakukan diagnosis sesuai prosedur medis yang berlaku,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, terlebih yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga diminta tetap merujuk pada informasi resmi dari pemerintah, baik melalui Dinas Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan.
Dalam keterangannya, Emirald menjelaskan hantavirus bukan penyakit baru. Penyakit tersebut telah lama menjadi perhatian dunia kesehatan dan memiliki pola penularan yang hampir serupa dengan leptospirosis, yakni melalui paparan kotoran dan urine tikus.
“Hantavirus ini mirip leptospirosis. Penularannya umumnya melalui kotoran atau air kencing tikus, terutama saat banjir atau setelah hujan yang menyebabkan genangan,” jelasnya.
Gejala yang muncul umumnya berupa demam, mual, muntah, batuk, flu, hingga gangguan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menurut Emirald, menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan penyakit yang bersumber dari lingkungan tersebut.
“Upaya paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Emirald.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....