Dikes Bima Gelar Orientasi Kader dan Pengelola Posyandu
- 21 Mei 2026 12:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terus memperkuat implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak tahun 2022.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui kegiatan Orientasi Peningkatan Kapasitas Kader dan Pengelola Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bolo.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan pelayanan kesehatan primer berbasis promotif dan preventif yang berorientasi pada pelayanan kesehatan seluruh siklus hidup masyarakat. Pelaksanaan orientasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Integrasi Layanan Primer hingga ke tingkat Posyandu dan Puskesmas Pembantu (Pustu).
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima Nomor 188.3/360/06.2/2026, Puskesmas Bolo ditetapkan sebagai Lokus GF-RSSH Tahun 2026. Dalam implementasinya, Puskesmas Bolo akan melibatkan Pustu Tumpu, Pustu Rada dan Pustu Nggembe dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan terintegrasi hingga ke tingkat Posyandu.
Sebanyak 77 kader Posyandu dari 11 Posyandu di tiga wilayah Pustu tersebut akan mendapatkan orientasi peningkatan kapasitas kader. Rinciannya, Pustu Tumpu membina 21 kader dari 3 Posyandu, Pustu Rada membina 21 kader dari 3 Posyandu, sementara Pustu Nggembe membina 35 kader dari 5 Posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti mengatakan, penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam keberhasilan implementasi ILP di tingkat masyarakat.
"Transformasi pelayanan kesehatan primer tidak akan berjalan optimal tanpa didukung kader Posyandu yang memiliki kapasitas dan keterampilan yang baik. Karena itu, orientasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat berbasis siklus hidup mulai dari ibu hamil, bayi, remaja hingga lansia," ujar Nurul Wahyuti, Kamis 21 Mei 2026.
Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran besar dalam pelaksanaan upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat, termasuk pelaksanaan kunjungan rumah dan deteksi dini faktor risiko penyakit prioritas.
“Melalui orientasi ini kami ingin memastikan kader mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar sesuai standar, memahami 25 keterampilan dasar Posyandu, mampu melakukan penyuluhan kesehatan, deteksi dini penyakit, hingga pencatatan dan pelaporan kegiatan Posyandu secara baik,” jelas Nurul Wahyuti.
Ia menambahkan, keberadaan Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan balita, namun telah berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat untuk seluruh kelompok usia.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, koordinasi antara Posyandu, Pustu dan Puskesmas semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan primer benar-benar hadir dan mudah dijangkau masyarakat sampai tingkat desa,” tambahnya.
Melalui kegiatan orientasi tersebut diharapkan seluruh kader dan pengelola Posyandu dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara terintegrasi, efektif dan berkelanjutan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....