Persalinan Normal dan Caesar, Mana Lebih Aman?
- 12 Mei 2026 10:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kelahiran anak pertama pasangan selebritas Al Ghazali dan Alyssa Daguise masih menjadi perbincangan masyarakat. Banyak warganet memberikan apresiasi karena Alyssa memilih menjalani persalinan normal dibanding operasi caesar, meski dikenal sebagai artis muda.
Fenomena ini kembali memunculkan diskusi dikalangan masyarakat mengenai pilihan metode persalinan di Indonesia. Dilansir dari Primaya Hospital, saat ini angka persalinan caesar di Indonesia disebut mencapai sekitar 30 hingga 40 persen, jauh di atas rekomendasi World Health Organization yang menetapkan angka ideal operasi caesar berada di kisaran 10 hingga 15 persen.
Banyak ibu hamil memilih operasi caesar karena alasan takut merasakan sakit saat melahirkan, khawatir bayi berukuran besar, hingga memilih tanggal kelahiran tertentu. Padahal, dalam kondisi kehamilan normal tanpa komplikasi medis, persalinan normal tetap menjadi pilihan terbaik bagi ibu dan bayi.
Persalinan normal merupakan proses alami ketika bayi lahir melalui jalan lahir dengan bantuan kontraksi rahim yang berlangsung secara ritmis dan terkoordinasi. Tubuh ibu secara alami memang dirancang untuk menjalani proses tersebut melalui kerja hormon seperti oksitosin dan prostaglandin yang membantu pembukaan serviks dan mendorong bayi menuju jalan lahir.
Selain menjadi proses alami, persalinan normal juga memiliki sejumlah keunggulan. Masa pemulihan ibu cenderung lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan ibu dapat kembali beraktivitas lebih dini. Bagi bayi, proses lahir normal membantu membersihkan cairan paru secara alami serta memberikan paparan mikrobiota baik yang mendukung pembentukan sistem kekebalan tubuh.
Menurut data WHO tahun 2023, sekitar 85 hingga 90 persen ibu hamil tanpa komplikasi sebenarnya dapat menjalani persalinan normal dengan aman.
Sementara itu, persalinan caesar merupakan prosedur pembedahan untuk mengeluarkan bayi melalui sayatan pada perut dan rahim. Tindakan ini dilakukan ketika persalinan normal dianggap berisiko bagi ibu maupun bayi.
Sedangkan caesar emergensi dilakukan dalam kondisi darurat, misalnya saat terjadi gawat janin, perdarahan hebat, tekanan darah ibu meningkat drastis, atau proses persalinan tidak berkembang meski kontraksi sudah kuat.
Dalam dunia medis, operasi caesar tetap menjadi prosedur penting yang mampu menyelamatkan nyawa ibu dan bayi pada kondisi tertentu. Namun, para tenaga kesehatan mengingatkan agar keputusan memilih metode persalinan didasarkan pada pertimbangan medis, bukan tekanan sosial ataupun tren.
Persalinan normal disebut sebagai “jalan emas” yang dirancang alam bagi ibu dan bayi, sedangkan operasi caesar menjadi “penyelamat” ketika persalinan normal tidak memungkinkan dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....