Begini Cara Menerapkan Rutinitas Tidur yang Baik pada Anak

  • 05 Mei 2026 15:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Rutinitas tidur merupakan kebiasaan penting yang membantu anak lebih mudah terlelap dan mendapatkan kualitas istirahat yang optimal. Bagi anak, rangkaian aktivitas sebelum tidur bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga menjadi sinyal bahwa waktu istirahat telah tiba. Karena anak belum memahami konsep waktu, mereka mengandalkan urutan kegiatan yang konsisten sebagai penanda. Mengutip dari laman kemkes. Inilah cara menerapkan rutinitas tidur yang baik pada anak:

1. Tetapkan Jadwal Tidur yang Konsisten

Langkah pertama adalah menentukan jam tidur dan bangun yang teratur setiap hari. Tidak harus sama persis, namun sebaiknya memiliki toleransi sekitar 30 menit agar ritme alami tubuh tetap terjaga.

Agar lebih efektif, orang tua perlu membangun rutinitas sebelum tidur yang dilakukan secara berulang dengan urutan yang sama. Misalnya, mandi air hangat, pijat ringan, membaca buku, atau berdoa. Konsistensi ini membantu anak mengenali pola dan mempersiapkan tubuhnya untuk beristirahat, baik pada tidur siang maupun malam hari.

2. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Lingkungan tidur yang mendukung akan sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur anak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Suhu kamar
    Pastikan suhu ruangan tetap nyaman. Pada suhu 18–22°C, anak dapat mengenakan pakaian tidur lengan panjang. Jika suhu lebih hangat (di atas 24°C), pakaian lengan pendek sudah cukup. Jika menggunakan kipas angin, sebaiknya tidak diarahkan langsung ke tubuh anak.
  • Pencahayaan
    Cahaya berperan penting sebagai sinyal bagi tubuh. Menjelang waktu tidur, sekitar pukul 18.00, mulai redupkan lampu agar tubuh mengenali bahwa waktu istirahat sudah dekat. Sebaliknya, pada pagi hari, berikan paparan sinar matahari untuk membantu anak lebih segar saat bangun. Untuk tidur siang, ruangan yang sedikit gelap dapat membantu anak tidur lebih nyenyak.
  • Suasana dan suara
    Usahakan lingkungan tetap tenang dan tidak bising. Anak, terutama bayi, cenderung mudah terbangun karena sebagian besar waktu tidurnya berada pada fase tidur ringan. Suasana yang tenang akan membantu anak tidur lebih lama dan berkualitas.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....