Musim Pancaroba, Pentingnya Jaga Imunitas Tubuh
- 15 Apr 2026 11:19 WIB
- Mataram
RRI,CO.ID, Dompu – Memasuki musim pancaroba dari penghujan ke kemarau, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai penyakit yang rentan muncul akibat perubahan cuaca ekstrem.
Direktur RSUD Dompu, dr. Fitratul Ramadhan, menjelaskan, ciri utama musim pancaroba adalah perubahan cuaca yang sangat cepat dan tidak menentu. Kondisi ini, kata dia, berdampak langsung pada daya tahan tubuh manusia.
“Pagi hari bisa sangat panas, lalu tiba-tiba siang atau sore mendung dan hujan deras disertai petir serta angin kencang. Perubahan ini memicu tubuh untuk beradaptasi secara cepat,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.
Menurutnya, saat cuaca panas di pagi hari, kondisi udara yang cenderung kering dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.
Sementara saat hujan turun, tingkat kelembapan meningkat drastis sehingga memudahkan virus dan bakteri berkembang.
“Jadi ketika saluran pernapasan sudah teriritasi, lalu kondisi lingkungan menjadi lembab, virus dan bakteri lebih mudah masuk. Ini yang membuat kita rentan sakit di musim pancaroba,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan suhu dan kelembapan dalam waktu singkat dapat memengaruhi sistem imun tubuh. Akibatnya, berbagai penyakit mudah menyerang, seperti flu, batuk, pilek, hingga demam.
Selain itu, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), radang tenggorokan, bahkan diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD) juga kerap meningkat pada periode ini.
“Kadang masyarakat mengalami radang tenggorokan sampai suara hilang. Ini bisa terjadi karena adanya infeksi atau peradangan di saluran pernapasan atas,” katanya.
Fitratul menjelaskan, sebenarnya virus dan bakteri selalu ada di sekitar manusia. Namun tidak semua orang langsung sakit. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi imunitas tubuh masing-masing individu.
“Ada orang yang tetap sehat, ada juga yang setiap pancaroba pasti sakit. Perbedaannya ada pada daya tahan tubuh, pola makan, usia, dan riwayat penyakit,” terangnya.
Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, lanjutnya, memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit karena sistem imun yang belum atau tidak lagi sekuat usia produktif.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar menjaga pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan utama. Salah satunya dengan memastikan waktu tidur yang cukup, yakni 6 hingga 8 jam per hari bagi orang dewasa.
“Tidur itu sangat penting. Usahakan 6 sampai 8 jam setiap hari, dan kalau bisa di malam hari agar siklus tubuh tetap terjaga,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang guna menjaga kebugaran tubuh, serta menjaga pola hidup yang teratur.
Jika pola hidup baik, kata Fitratul, makan cukup nutrisi, tidur cukup, maka imunitas tubuh akan kuat dan tidak mudah terserang penyakit meskipun cuaca berubah-ubah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....