Buah Liar Masa Kecil, Kini Dilirik karena Khasiat

  • 07 Apr 2026 07:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Buah ciplukan yang dulu kerap dianggap tanaman liar dan sering dijadikan mainan anak-anak, ternyata menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Buah kecil berwarna jingga kekuningan ini disebut baik untuk tubuh, mulai dari membantu meredakan peradangan hingga mendukung kesehatan otak.

Hal itu disampaikan dr. Reny Bunyamin, MPH saat siaran langsung di akun TikTok miliknya, Senin 6 April 2026 malam.

Buah kenamplok atau ciplukan memiliki rasa seperti tomat dengan warna jingga kekuningan. Manfaatnya mulai dari mengurangi peradangan hingga membantu meningkatkan kesehatan otak,” ujarnya.

Ciplukan atau Physalis peruviana memiliki bentuk yang unik karena buahnya terbungkus lapisan tipis menyerupai daun kering. Saat matang, buah ini berwarna jingga kekuningan dengan rasa manis sedikit asam dan tekstur yang menyerupai tomat.

Di balik bentuknya yang sederhana, ciplukan ternyata kaya akan nutrisi penting seperti serat, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin C, vitamin B1, B2, B3, hingga vitamin A. Buah ini juga mengandung karotenoid, yakni antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan dan mendukung kesehatan jantung serta pembuluh darah.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan potensi manfaat buah ini bagi kesehatan. Salah satunya, studi dalam Journal of Crohn’s and Colitis menyebutkan bahwa ekstrak ciplukan berpotensi membantu menurunkan peradangan. Selain itu, kandungan fitosterol di dalamnya juga diyakini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Tak hanya itu, penelitian lain dalam The Journal of Evidence-Based Integrative Medicine menunjukkan bahwa ciplukan juga dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Khasiat tersebut berasal dari kandungan polifenol yang bekerja menghambat peradangan di dalam tubuh.

Selain vitamin C, ciplukan juga mengandung vitamin K yang penting untuk kesehatan tulang. Penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menyebutkan bahwa kandungan tersebut berperan dalam proses pembentukan dan pergantian jaringan tulang.

Khasiat lain yang tak kalah menarik adalah manfaatnya bagi kesehatan mata. Studi dalam Advances in Nutrition menunjukkan bahwa lutein dan karotenoid lain seperti zeaxanthin dan likopen dapat membantu melindungi penglihatan, termasuk menurunkan risiko gangguan mata akibat diabetes dan degenerasi makula.

Selain dikenal lewat penelitian modern, ciplukan juga telah lama digunakan secara tradisional oleh masyarakat.

Kalau zaman dulu, sering digunakan membantu meredakan nyeri sendi, caranya dengan menghancurkan daun ciplukan lalu mencampurnya dengan jeruk nipis untuk dijadikan kompres pada bagian tubuh yang sakit. Ada juga yang digunakan untuk membantu mengatasi kurap dengan cara ditumbuk lalu dioleskan pada bagian kulit yang terkena,” jelas Reny.

Ia menambahkan, sebagian masyarakat juga mempercayai buah ciplukan yang dikeringkan dapat dimanfaatkan untuk perawatan bayi, meski penggunaannya tetap perlu dilakukan secara hati-hati.

Untuk mengonsumsinya, ciplukan bisa dimakan langsung setelah dikupas dari lapisan luarnya. Buah ini juga dapat diolah menjadi berbagai sajian seperti campuran salad buah, topping salad sayur, smoothie, saus, selai, hingga pelengkap yoghurt dan granola.

Dari segi rasa, ciplukan memiliki sensasi sedikit asam dengan sentuhan manis. Menariknya, buah ini kini justru memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran karena ketersediaannya yang terbatas. Padahal, bagi sebagian masyarakat di daerah, termasuk di Lombok, ciplukan sangat mudah ditemukan di sawah, kebun, maupun lahan terbuka.

Beruntung kita di Lombok, buah ciplukan banyak ditemui di sawah-sawah. Dulu jadi mainan anak-anak, atau malah dibuang-buang,” ujarnya.

Pernyataan itu seolah menjadi pengingat bahwa tanaman yang dulu kerap dipandang sebelah mata, ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan. Kini, ciplukan bukan sekadar buah liar, tetapi mulai dilihat sebagai salah satu pangan alami bernilai gizi tinggi.

Lalu, jika kini kembali menemukan buah ciplukan, apakah akan dimakan… atau tetap dibuang?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....