RSUD Bayan Segera Dibangun, Pemkab KLU Siapkan SDM hingga Dokter Spesialis

  • 31 Mar 2026 16:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terus mematangkan rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayan sebagai langkah strategis memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah timur daerah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, dr. Lalu Bahrudin, menyampaikan bahwa saat ini berbagai tahapan penting telah dipersiapkan secara komprehensif. Mulai dari feasibility study (FS), master plan, hingga dokumen detail engineering design (DED) telah disusun sebagai fondasi utama sebelum pengajuan anggaran ke pemerintah pusat.

Ia menegaskan, kelengkapan dokumen tersebut menjadi syarat penting agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan dan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Semua dokumen perencanaan seperti FS, master plan, dan DED sudah kita siapkan. Ini menjadi dasar utama dalam pengajuan pembangunan RSUD Bayan,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.

Dari sisi sumber daya manusia, Dinas Kesehatan menilai kesiapan tenaga kesehatan di Lombok Utara relatif memadai untuk mendukung operasional rumah sakit tipe D tersebut. Ketersediaan perawat dan tenaga non-medis disebut telah mencukupi.

Meski demikian, Bahrudin mengakui masih terdapat tantangan dalam pemenuhan tenaga dokter spesialis yang menjadi kebutuhan penting dalam pelayanan rumah sakit.

“Untuk perawat dan tenaga non-medis, kita sudah cukup. Namun ke depan, tantangan kita adalah menyiapkan dokter spesialis,” katanya.

Ia juga menyoroti tren positif meningkatnya minat masyarakat Lombok Utara untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar dalam mendukung keberlanjutan layanan kesehatan di daerah.

Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang memilih jalur pendidikan kesehatan, termasuk kedokteran, yang diharapkan dapat kembali mengabdi di daerah asalnya.

“Kita melihat antusias masyarakat untuk kuliah di bidang kesehatan semakin tinggi. Ini modal besar untuk ke depan,” ungkapnya.

Pemerintah daerah pun mendorong tenaga medis asal Lombok Utara yang saat ini menempuh pendidikan atau bekerja di luar daerah agar kembali dan berkontribusi dalam pembangunan sektor kesehatan di daerah.

Selain itu, strategi lain yang disiapkan adalah peningkatan daya tarik bagi tenaga kesehatan melalui dukungan anggaran, termasuk pemberian tunjangan yang kompetitif.

“Kalau anggaran kita kuat, tentu tunjangan bisa ditingkatkan. Ini akan menarik minat tenaga kesehatan untuk bergabung, bahkan dari luar daerah,” jelasnya.

Dalam tahap selanjutnya, setelah seluruh dokumen perencanaan dinyatakan lengkap, Pemkab Lombok Utara akan mengajukan proposal pendanaan kepada Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Total anggaran yang diajukan untuk pembangunan fisik RSUD Bayan mencapai Rp145 miliar.

“Anggaran pembangunan ini akan kita ajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian PU,” katanya.

Pembangunan RSUD Bayan dinilai sangat mendesak mengingat kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah timur Lombok Utara yang terus meningkat. Salah satu fokus utama adalah penguatan layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Dengan hadirnya RSUD Bayan, diharapkan akses layanan kesehatan masyarakat menjadi lebih dekat, cepat, dan merata, sekaligus mengurangi ketergantungan pada fasilitas kesehatan di wilayah lain.

“Kebutuhan layanan di wilayah Bayan sangat tinggi, terutama untuk KIA. Ini yang menjadi perhatian utama kita,” tutup Bahrudin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....