Revitalisasi Puskesmas di Mataram Digenjot, Standar Layanan Primer, Fokus Utama
- 27 Mar 2026 04:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah mempercepat persiapan proyek revitalisasi dua fasilitas layanan kesehatan, yakni Puskesmas Pagesangan dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Monjok. Proyek dengan total anggaran sekitar Rp3,3 miliar dari APBD tersebut ditargetkan memasuki tahap tender pada April 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa saat ini proses masih berada pada tahap finalisasi desain teknis dan gambar bangunan. Setelah itu, dokumen akan melalui peninjauan Inspektorat sebelum masuk ke tahap lelang.
“Sekarang kami sedang finalisasi desain dan gambar, kemudian dilanjutkan dengan review Inspektorat. Setelah semua tahapan itu selesai, tender akan segera kami jadwalkan,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Revitalisasi ini mencakup Puskesmas Pagesangan dengan nilai proyek sekitar Rp2,2 miliar serta Pustu Monjok di Kecamatan Selaparang sebesar Rp1,1 miliar. Kedua proyek tersebut tidak dilakukan dengan pembongkaran total, melainkan perbaikan dan penataan ulang sarana prasarana yang sudah ada.
Menurut Emirald, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan standar Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menuntut fasilitas kesehatan memiliki infrastruktur yang layak dan mendukung pelayanan optimal kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar renovasi biasa, tetapi penyesuaian terhadap standar layanan primer. Jadi fasilitas harus mampu mendukung jenis layanan yang lebih terintegrasi,” jelasnya.
Kondisi Puskesmas Pagesangan menjadi salah satu prioritas utama karena dinilai sudah tidak layak. Bahkan, saat musim hujan, kebocoran terjadi di sejumlah titik yang mengganggu kenyamanan pasien dan tenaga kesehatan.
“Kalau hujan, bocor di mana-mana. Ini tentu sangat mengganggu pelayanan, sehingga harus segera kita benahi,” katanya.
Melalui revitalisasi ini, Dinkes berharap kualitas layanan kesehatan di wilayah Pagesangan, Monjok, dan sekitarnya dapat meningkat, baik dari sisi kenyamanan maupun kelengkapan fasilitas.
Setelah proses tender rampung, pengerjaan fisik ditargetkan bisa segera dimulai agar masyarakat dapat secepatnya merasakan manfaat dari fasilitas kesehatan yang lebih representatif.
“Harapannya, setelah tender selesai, pengerjaan fisik bisa langsung berjalan dan masyarakat segera menikmati layanan yang lebih baik,” ucap Emirald.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....