Alasan Ilmiah Comfort Food Bisa Redakan Stres dan Perbaiki Mood

  • 26 Mar 2026 19:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pernahkah Anda merasa beban pekerjaan seharian seketika luruh hanya karena sesuap nasi hangat atau aroma cokelat yang lumer di lidah? Fenomena ini bukan sekadar sugesti atau pelarian rasa lapar. Di balik meja makan, ada simfoni rumit antara memori, hormon, dan saraf yang bekerja serentak untuk memberikan rasa tenang. Inilah mengapa kita sering kali merindukan comfort food saat dunia terasa sedikit lebih berat dari biasanya.

1. Lebih dari Sekadar Rasa: Sebuah Mesin Waktu Emosional

Makanan sering kali menjadi jangkar yang menghubungkan kita dengan kenangan masa lalu yang hangat. Sebuah studi dalam jurnal Psychological Science mengungkapkan bahwa comfort food bekerja melalui mekanisme pembelajaran asosiatif. Saat kita menyantap makanan yang dulu sering disajikan oleh orang tua atau orang terkasih, otak secara otomatis memicu kembali perasaan aman dan dicintai yang menyertainya.

2. Karbohidrat: Bahan Bakar Hormon Kebahagiaan

Bukan tanpa alasan kita mendambakan nasi, roti, atau pasta saat stres melanda. Karbohidrat kompleks berperan penting dalam membantu otak memproduksi serotonin, sebuah neurotransmiter yang berfungsi mengatur suasana hati, memberikan efek rileks, dan memperbaiki kualitas tidur. Peneliti dari MIT menemukan bahwa asupan karbohidrat yang tepat bertindak sebagai "kurir" bagi triptofan untuk masuk ke otak dan diolah menjadi sinyal bahagia.

3. Keajaiban Cokelat dalam Meredakan Hormon Stres

Bagi banyak orang, cokelat adalah pelarian terbaik. Secara biologis, cokelat hitam mengandung senyawa yang memicu pelepasan endorfin, yakni zat pereda nyeri alami tubuh. Selain itu, sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Proteome Research menunjukkan bahwa konsumsi cokelat hitam dalam porsi moderat secara klinis mampu menurunkan kadar kortisol—si hormon penyebab stres—dalam tubuh kita.

4. Kehangatan Fisik yang Menjalar ke Jiwa

Seringkali, sensasi hangat dari semangkuk sup atau secangkir teh panas memberikan ketenangan instan sebelum makanan itu tertelan. Penelitian dari ScienceDaily menyebutkan bahwa kehangatan fisik secara eksternal dapat menstimulasi perasaan "kehangatan sosial". Artinya, rasa hangat di tangan dan tenggorokan secara psikologis menurunkan kewaspadaan saraf dan membuat kita merasa lebih terlindungi.

Meskipun comfort food adalah obat mujarab bagi suasana hati, kuncinya terletak pada keseimbangan. Menjadikan makanan sebagai teman bercengkrama di kala lelah adalah hal manusiawi, asalkan kita tetap bijak dalam memilih nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Karena pada akhirnya, ketenangan yang sejati bermula dari tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....