Gejala Mirip Flu Biasa, Dinkes KLU Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah
- 28 Feb 2026 16:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Nipah dengan menyoroti kelompok masyarakat yang dinilai lebih rentan terpapar, khususnya mereka yang berinteraksi langsung dengan hewan seperti peternak ayam dan peternak burung.
Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Bahrudin M.Kes, menegaskan bahwa meskipun hingga saat ini belum terdapat kasus terkonfirmasi di wilayah Lombok Utara, langkah antisipatif tetap harus dilakukan sejak dini melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, imbauan tersebut sejalan dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia agar pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis yang berpotensi menular ke manusia.
“Ada kelompok-kelompok yang rentan ini, seperti peternak ayam dan peternak burung. Mereka berisiko karena intensitas kontaknya dengan hewan cukup tinggi,” ujar dr. Bahrudin saat ditemui di Tanjung, Jumat 27 Februari.
Ia menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit infeksi yang gejalanya kerap menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, batuk, hingga lemas. Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat tidak menyadari adanya infeksi, sehingga penanganan bisa terlambat dilakukan.
“Gejalanya hampir sama dengan flu biasa. Karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan. Jangan sampai dianggap sepele,” jelasnya.
Virus Nipah diketahui dapat ditularkan melalui kelelawar buah yang terinfeksi. Buah yang telah tergigit atau terkontaminasi air liur kelelawar berisiko menjadi media penularan apabila tetap dikonsumsi manusia tanpa dibersihkan dengan benar.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi buah yang telah tergigit hewan serta selalu mencuci buah sebelum dimakan. Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dinilai menjadi langkah paling efektif dalam mencegah paparan.
“Kita sampaikan ke masyarakat agar rajin cuci tangan, gunakan masker saat beraktivitas di lingkungan berisiko, dan pastikan buah yang dikonsumsi dalam kondisi bersih,” tegasnya.
Selain penularan dari hewan ke manusia, dr. Bahrudin juga mengingatkan bahwa virus Nipah dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat, termasuk melalui percikan droplet.
Ia mengakui, tantangan utama saat ini adalah rendahnya tingkat kewaspadaan masyarakat karena belum adanya kasus di daerah. Namun, menurutnya, pencegahan tetap harus dilakukan sebagai langkah mitigasi dini.
“Karena belum ada kasus, masyarakat cenderung kurang aware. Padahal, pencegahan itu lebih penting sebelum terjadi,” ujarnya.
Dinas Kesehatan KLU berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti peternak dan pekerja yang banyak beraktivitas di lingkungan terbuka, guna meminimalisir risiko paparan virus.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah sekaligus melindungi masyarakat dari potensi ancaman penyakit menular yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....