Direktur Poltekkes Mataram: Penanganan Stunting Butuh Kolaborasi Berkelanjutan

  • 25 Feb 2026 20:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Isu stunting dan kesehatan ibu-anak menjadi perhatian serius pemerintah daerah NTB. Poltekkes Mataram terlibat aktif dalam berbagai tahapan program penanganan.

Kolaborasi dilakukan mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan. Kampus memosisikan diri sebagai mitra ilmiah yang menyediakan dukungan akademik.

Direktur Poltekkes Mataram, Dr. dr. Yopi Harwinanda Ardesa, M.Kes., menyebut keterlibatan ini bagian dari tanggung jawab tridharma perguruan tinggi.

“Kami selalu dilibatkan dalam program perbaikan gizi dan penanganan stunting. Peran akademisi penting dalam memastikan intervensi berbasis data,” jelasnya, Rabu 25 Februari 2026.

Mahasiswa diterjunkan melalui program Kuliah Kerja Nyata di lokasi prioritas. Pembekalan dilakukan bersama Dinas Kesehatan agar intervensi selaras dengan kebijakan daerah.

“Sebelum turun, mahasiswa dibekali materi teknis dari dinas. Tujuannya agar mereka memahami konteks masalah di lapangan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa stunting tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan tunggal. Faktor gizi, sanitasi, hingga pola asuh menjadi variabel yang saling berkaitan.

Kolaborasi lintas sektor menjadi strategi yang terus diperkuat. Kampus menyediakan kajian ilmiah, sementara pemerintah menjalankan kebijakan teknis.

“Intervensi harus berkelanjutan dan terukur. Evaluasi rutin penting untuk melihat efektivitas program,” ujarnya.

Ia menilai partisipasi mahasiswa tidak hanya memberi dampak sosial, tetapi juga membentuk kepekaan profesional. Mereka belajar langsung memahami persoalan kesehatan masyarakat.

Keterlibatan akademik diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting di NTB. Sinergi ini menjadi contoh integrasi pendidikan dan pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....