Ini Penjelasan Dokter bagi Pengidap Diabetes agar Aman Berpuasa
- 25 Feb 2026 19:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Bulan Ramadhan menjadi momen yang dinanti bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah. Namun bagi penderita diabetes, puasa perlu dilakukan dengan perencanaan matang agar tetap aman dan sehat.
dr. Baiq Fadila Aisyah, Dokter Umum yang bertugas di RS Kota Mataram kepada RRI mengatakan bahwa penderita diabetes tetap bisa berpuasa, tetapi harus melalui evaluasi medis terlebih dahulu.
“Setiap pasien memiliki kondisi berbeda. Ada yang aman berpuasa, ada juga yang berisiko tinggi dan tidak disarankan,” jelasnya pada Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam Pedoman Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Individu Dewasa di Bulan Ramadhan (PERKENI, 2022) disebutkan bahwa pasien diabetes harus menjalani stratifikasi risiko sebelum memutuskan berpuasa. Pasien dibagi menjadi, Risiko rendah–sedang yang dapat berpuasa dengan pemantauan, ada juga yang masuk dalam Risiko tinggi yang tidak dianjurkan untuk berpuasa. Maka ditekankan pentingnya edukasi menjelang Ramadhan, penyesuaian obat, serta pemantauan gula darah selama puasa.
“Pasien perlu evaluasi sebelum puasa, terutama melihat kontrol gula darah 2–3 bulan terakhir,” lanjutnya.
Sedangkan berdasarkan rilis WHO (World Health Organization) pada tahun 2024, diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif. WHO menegaskan bahwa pengelolaan gula darah yang stabil sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan gangguan saraf.
Oleh karena itu, pasien diabetes yang ingin berpuasa wajib memastikan kadar gula darah terkendali sebelum Ramadhan. Termasuk terus mengecek gula darah rutin, dan mengontrol gula darah selama Bulan Ramadhan.
Secara umum, puasa bisa memberi manfaat metabolik dan juga ketenangan psikologis. Namun pada pasien diabetes, tetap harus dilakukan dengan perencanaan.
Selama Ramadan, pola makan berubah dari tiga kali sehari menjadi dua kali, yaitu saat sahur dan berbuka. Perubahan ini tentu mempengaruhi pola metabolisme tubuh, termasuk pada pasien diabetes. Karena itu, pengelolaan gula darah menjadi kunci utama agar puasa tetap aman dijalankan.
“Tetap konsultasikan kepada dokter untuk penyesuaian dosis obat yang biasa digunakan karena setiap orang berbeda profil gula darah, tidak ada satu resep yang sama untuk pasien diabetes. Serta tetap semangat beribadah di bulan puasa, semoga bermanfaat,” ujarnya.
Dengan jumlah penyandang diabetes yang terus meningkat, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin dan konsultasi menjadi sangat penting.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....