Sering Mengantuk dan Lemas saat Puasa? Ini Penyebabnya

  • 25 Feb 2026 07:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Mengantuk dan tubuh terasa lemas saat berpuasa merupakan keluhan yang cukup umum. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan asupan energi, cairan, serta pola tidur. Sejumlah lembaga kesehatan internasional menjelaskan bahwa tubuh memang mengalami adaptasi fisiologis ketika tidak menerima makanan dan minuman dalam waktu tertentu.

  1. Penurunan kadar gula darah
    Saat berpuasa, tubuh menggunakan cadangan glukosa sebagai sumber energi. Ketika kadar gula darah menurun, tubuh dapat merespons dengan rasa lelah, sulit konsentrasi, dan mengantuk. Penjelasan mengenai peran glukosa sebagai sumber energi utama tubuh banyak dibahas dalam panduan kesehatan dari World Health Organization yang menekankan pentingnya asupan gizi seimbang untuk menjaga energi harian.
  2. Dehidrasi ringan
    Tidak adanya asupan cairan selama berjam-jam dapat menyebabkan dehidrasi ringan. Kondisi ini bisa memicu rasa lemas, pusing, bahkan kantuk karena volume cairan tubuh berkurang. Centers for Disease Control and Prevention menjelaskan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi fungsi fisik dan kognitif, termasuk menurunkan tingkat kewaspadaan.
  3. Perubahan pola tidur
    Bangun lebih awal untuk sahur atau tidur lebih larut dapat mengurangi durasi dan kualitas istirahat. Kurang tidur diketahui berpengaruh langsung terhadap rasa kantuk di siang hari. Menurut panduan kesehatan tidur dari NHS, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur cukup dan konsisten agar tubuh tetap bugar serta fokus.
  4. Adaptasi metabolisme tubuh
    Ketika asupan makanan berhenti sementara, tubuh beralih menggunakan cadangan energi dari lemak. Proses adaptasi ini bisa menyebabkan tubuh terasa lebih lelah pada fase awal puasa. Informasi mengenai perubahan metabolisme saat tubuh kekurangan asupan energi juga banyak dijelaskan dalam artikel kesehatan berdasarkan keterangan para ahli gizi.
  5. Pola makan tidak seimbang saat sahur dan berbuka
    Mengonsumsi makanan tinggi gula sederhana dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat turun kembali. Akibatnya, tubuh terasa lebih cepat lemas. Lembaga kesehatan internasional merekomendasikan konsumsi karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan untuk menjaga kestabilan energi sepanjang hari.

Jadi, rasa mengantuk dan lemas saat puasa umumnya dipengaruhi oleh penurunan gula darah, kurang cairan, gangguan tidur, serta adaptasi metabolisme. Dengan memperhatikan kualitas sahur, mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur, dan menjaga pola tidur, kondisi ini dapat diminimalkan sehingga puasa tetap terasa lebih ringan dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....