Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan Tubuh

  • 20 Feb 2026 07:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Donor darah bukan hanya tindakan sosial yang menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga membawa sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh pendonor itu sendiri. Kegiatan ini sering digalakkan oleh layanan kesehatan dan komunitas sebagai bagian dari upaya menjaga stok darah yang cukup di rumah sakit serta memperkuat solidaritas sosial di masyarakat. Namun, tahukah Anda bahwa selain berdonasi, tubuh kita juga bisa merasakan efek positif dari proses donor darah itu sendiri?

Menurut laman resmi Puskesmas Kuripan, salah satu manfaat utama donor darah adalah membantu menurunkan kadar zat besi (iron) yang berlebihan dalam tubuh. Kelebihan zat besi dalam darah dapat memicu stres oksidatif yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Dengan mendonorkan darah secara teratur, level zat besi dalam tubuh terkontrol sehingga potensi terjadinya gangguan kardiovaskular dapat berkurang. Hal ini berarti donor darah secara tidak langsung bisa menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kronis.

Selain itu, dilansir dari laman UPK (Unit Pelaksana Teknis Kesehatan) Kementrian Kesehatan, proses donor darah juga dapat membantu tubuh dalam menghasilkan sel darah merah baru. Ketika darah yang lama dikeluarkan, tubuh akan merespons dengan memicu produksi sel darah merah yang baru untuk menggantikan volume yang hilang. Proses regenerasi ini membantu meningkatkan peredaran darah dan memperbaharui sel-sel darah, yang pada gilirannya dapat membuat pendonor merasa lebih segar dan energik setelah pemulihan.

Manfaat donor darah bagi kesehatan mental juga tidak kalah penting. Berdasarkan FAQ dari Palang Merah Indonesia Provinsi Bengkulu, donor darah dapat meningkatkan rasa empati dan kepuasan batin karena telah membantu orang lain yang membutuhkan. Tindakan memberikan sebagian darah kepada yang memerlukan menciptakan rasa solidaritas sosial yang kuat dan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pendonor. Secara tidak langsung, pengalaman positif ini dapat menurunkan tingkat stres dan memperkuat hubungan sosial dalam komunitas.

Selain manfaat fisiologis dan psikologis tersebut, donor darah yang dilakukan secara teratur juga dapat membantu mendeteksi dini gangguan kesehatan. Sebelum donor, pendonor akan menjalani screening kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi umum tubuh. Pemeriksaan ini bisa menjadi kesempatan bagi individu untuk mengamati kesehatan dirinya sendiri secara berkala.

Walaupun banyak manfaatnya, donor darah harus dilakukan oleh orang yang memenuhi syarat kesehatan, seperti usia yang sesuai, kadar hemoglobin normal, dan kondisi tubuh fit. Penting juga untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika memiliki riwayat kondisi kesehatan tertentu.

Secara keseluruhan, donor darah bukan hanya kontribusi sosial, tetapi juga investasi kesehatan bagi tubuh. Dari menurunkan risiko penyakit jantung, memperbaharui sel darah, hingga meningkatkan kesehatan mental, banyak manfaat yang bisa diperoleh melalui tindakan sederhana ini. Oleh karena itu, donor darah bukan sekadar memberi, tetapi juga merawat diri sendiri. (RRI/Aldi W.)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....