Pasien Membeludak, IGD RSUD Dompu Penuh

  • 19 Feb 2026 09:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Jumlah pasien di RSUD Dompu, Nusa Tenggara Barat, membeludak menjelang hingga hari pertama puasa. Lonjakan tersebut mengakibatkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh dan tenaga medis harus bekerja ekstra untuk menangani pasien yang terus berdatangan.

Direktur RSUD Dompu, dr Fitratul Ramadhan, mengatakan peningkatan jumlah pasien sudah terlihat beberapa hari sebelum puasa. Kondisi ini membuat 30 tempat tidur yang tersedia di ruang IGD terisi penuh.

“IGD kita memiliki 30 tempat tidur. Saat ini semuanya terisi. Secara total, RSUD Dompu memiliki 243 tempat tidur, termasuk 43 tempat tidur khusus bayi. Sisanya tersebar mulai dari ruang ICU hingga kelas III,” katanya, Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menerangkan, sesuai standar pelayanan, pasien gawat darurat seharusnya menjalani masa observasi minimal enam jam di IGD untuk pemeriksaan laboratorium, rontgen, dan pemberian terapi obat-obatan.

Namun, apabila ada pasien baru dengan kondisi lebih gawat dan tersedia ruang perawatan, maka pasien lama akan dipindahkan lebih cepat ke ruang rawat inap.

“Kalau ada pasien baru yang benar-benar gawat darurat, dan ada ruangan perawatan kosong, maka pemindahan pasien lama kami percepat dari waktu observasi enam jam tersebut,” katanya.

Selain itu, apabila seluruh tempat tidur di IGD penuh, pihak rumah sakit juga melakukan rujukan ke rumah sakit terdekat sebagai langkah antisipasi agar pelayanan tetap optimal.

Secara umum, pasien yang dirawat di RSUD Dompu didominasi penyakit bronkopneumonia, morbili (campak), dan gangguan pencernaan. Kondisi ini diduga dipicu perubahan cuaca memasuki musim hujan.

Untuk mengurangi penumpukan pasien, manajemen rumah sakit mengimbau masyarakat dengan gejala ringan agar terlebih dahulu berobat ke puskesmas atau dokter keluarga. Saat ini, seluruh puskesmas di Kabupaten Dompu telah berstatus prototipe dengan fasilitas yang dinilai layak, termasuk layanan rawat inap.

“Pasien yang masih bisa ditangani di puskesmas atau dokter keluarga, sebaiknya memanfaatkan fasilitas tersebut. Yang datang ke IGD harus benar-benar dalam kondisi gawat darurat sesuai kriteria,” katanya.

Pihak rumah sakit berharap kerja sama masyarakat dapat membantu menjaga kelancaran layanan, terutama di tengah lonjakan pasien menjelang bulan suci Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....