RSUD Tripat Gerung Pastikan BPJS Nonaktif Tetap Dilayani

  • 18 Feb 2026 14:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Manajemen RSUD Tripat Gerung menegaskan tidak ada lagi warga Lombok Barat yang ditolak mendapatkan layanan kesehatan hanya karena status kepesertaan BPJS Kesehatan tidak aktif.

Direktur RSUD Tripat Gerung, dr. Suriyadi, Sp.An., memastikan rumah sakit menerapkan kebijakan pelayanan tanpa diskriminasi terhadap seluruh pasien yang datang, baik kartu BPJS-nya aktif maupun tidak.

“Prinsip kami sederhana, semua pasien yang datang harus langsung dilayani. Soal administrasi itu urusan belakangan,” ucap Suriyadi saat ditemui RRI di RSUD Tripat Gerung, Lombok Barat, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pihak rumah sakit tetap menerima seluruh pasien BPJS tanpa melihat status kepesertaan terlebih dahulu. Jika dalam proses verifikasi diketahui kartu BPJS pasien tidak aktif, rumah sakit langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk proses evaluasi dan reaktivasi.

“Kami tetap melayani. Sambil berjalan, keluarga pasien kami arahkan untuk mengurus administrasi ke Dinas Kesehatan. Pasien tidak boleh dirugikan,” katanya.

Menurut dr. Suriyadi, selama ini koordinasi antara rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan BPJS berjalan efektif. Bahkan, sebagian besar kartu BPJS yang sempat tidak aktif dapat direaktivasi kembali dalam waktu singkat.

“Kemarin ada sekitar 25 pasien BPJS nonaktif yang tetap kami layani. Setelah dievaluasi, sebagian besar direaktivasi dalam waktu 1x24 jam,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika hasil evaluasi menunjukkan pasien sudah tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan iuran (PBI), maka status kepesertaan akan disesuaikan oleh BPJS, misalnya menjadi BPJS Mandiri.

“Rumah sakit hanya fokus melayani. Perubahan status BPJS itu ranah Dinas Kesehatan dan BPJS,” ujarnya.

RSUD Tripat Gerung juga menerapkan sistem pengawasan digital melalui Sistem Informasi Jaminan Pembiayaan (SIJAP) dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk memastikan transparansi layanan.

“Begitu KTP atau NIK dimasukkan, status BPJS langsung terbaca di sistem. Tapi sekali lagi, itu tidak menghalangi pelayanan medis,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, dr. Suriyadi mengimbau masyarakat Lombok Barat agar tidak ragu datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan, apa pun kondisi kartu BPJS mereka.

“Datang saja berobat. Soal aktif atau tidak, nanti diverifikasi dan diproses. Yang terpenting, kesehatan masyarakat tetap kami utamakan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....