Kasus HIV-AIDS di Dompu Meningkat Sepanjang 2025

  • 18 Feb 2026 14:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan tenaga kesehatan karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu mencatat sebanyak 31 kasus baru HIV-AIDS. Angka ini dinilai lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menjadi peringatan bahwa risiko penularan masih cukup tinggi di tengah masyarakat.

Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maria Ulfa mengatakan, temuan tersebut berasal dari hasil screening di berbagai fasilitas kesehatan serta penelusuran kontak terhadap pasien yang telah lebih dulu terdiagnosis.

“Kasus HIV di Dompu tidak hanya ditemukan pada kelompok usia dewasa, tetapi juga menyasar anak-anak, remaja, hingga ibu rumah tangga,” katanya, Rabu, 18 Februari 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penularan virus HIV dapat terjadi di berbagai lapisan masyarakat, sehingga upaya edukasi dan pemeriksaan dini harus menjangkau semua kelompok usia tanpa terkecuali.

Di RSUD Dompu, layanan perawatan bagi pasien HIV terus ditingkatkan. Sejak awal 2025, rumah sakit tersebut telah menangani puluhan pasien melalui pemeriksaan rutin, konseling, serta pemberian terapi antiretroviral (ARV) secara gratis.

Terapi ARV bertujuan untuk menekan jumlah virus dalam tubuh pasien, menjaga kualitas hidup, serta mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS. Tenaga kesehatan juga terus melakukan pendekatan persuasif agar pasien patuh menjalani pengobatan secara teratur.

Kepatuhan terhadap terapi dinilai sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menekan risiko penularan kepada orang lain.

“Sepanjang tahun 2025, kami mendapatkan 31 kasus baru yang terdiri dari anak-anak dan usia produktif, didominasi laki-laki,” katanya

Kegiatan screening sepanjang 2025 dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada kelompok berisiko. Pemeriksaan dilakukan di lembaga pemasyarakatan (Lapas), kelompok pekerja berisiko, serta komunitas rentan lainnya. Selain itu, sejumlah kasus juga terdiagnosis melalui pasien rawat inap yang dicurigai memiliki indikasi HIV dan diperiksa setelah mendapat persetujuan pasien maupun keluarga.

Sementara itu, di tingkat provinsi, jumlah kumulatif penderita HIV-AIDS di Nusa Tenggara Barat dilaporkan mencapai sekitar 4.000 orang hingga akhir 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa HIV-AIDS masih menjadi tantangan besar di daerah, termasuk di Kabupaten Dompu.

Di Dompu sendiri, tingkat screening HIV masih berada di bawah target provinsi.

Karena itu, Dinas Kesehatan terus memperluas layanan tes HIV di puskesmas, rumah sakit, serta melalui layanan kesehatan keliling guna menjangkau masyarakat yang belum pernah melakukan pemeriksaan.

Upaya tersebut juga diiringi dengan edukasi tentang cara penularan HIV, pentingnya perilaku hidup sehat, serta manfaat deteksi dini.

Dengan edukasi yang tepat, diharapkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat dikurangi, sehingga mereka lebih berani memeriksakan diri dan menjalani pengobatan secara terbuka dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....