Self-Love, Membentuk Kasih Sayang untuk Orang Lain
- 15 Feb 2026 18:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dari sudut pandang psikologi, kasih sayang merupakan kebutuhan dasar manusia yang membentuk rasa aman, identitas diri, dan kemampuan menjalin hubungan yang sehat. Sejak awal kehidupan, pengalaman dicintai dan diterima membantu membangun regulasi emosi, kelekatan yang aman, serta ketahanan menghadapi tekanan hidup.
Kasih Sayang membentuk pribadi yang kompleks menjadi saling peduli satu sama lain, saling asih, empati dan simpati yang tinggi serta membentuk kehidupan harmonis dan terjaga.
Namun, rasa kasih sayang harus tumbuh dari dasar hati, dimana penerimaan diri harus optimal sebelum akhirnya menyalurkan segala bentuk praktik kepedulian kepada orang sekitar. Untuk itulah maka diperlukan menjaga cinta pada diri sendiri, dalam bentuk Self-Love, yakni kemampuan menjaga diri sendiri apa adanya,menghargai kekurangan,dan merawat diri secara fisik dan emosional.
Ditengah tuntutan hidup,tekanan karir,ekspektasi yang tinggi, Self-Love menjadi pondasi utama agar tetap sehat secara fisik dan mental.
Mencintai diri sendiri bukan berarti egois, atau mementingkan diri sendiri. Namun bagaimana agar fokus memahami diri sendiri terlebih dahulu agar mampu memberikan dampak kepada orang lain.
Psikolog Klinis, R.Isma Almaula, M.Psi., kepada RRI mengatakan seseorang yang mampu merawat dirinya dengan welas asih cenderung memiliki empati yang lebih stabil dan relasi yang lebih sehat.
"Kasih sayang tidak selalu hadir dalam bentuk ungkapan besar. Ia tampak dalam kehadiran yang konsisten, dalam kemampuan mendengarkan tanpa menghakimi, dalam batasan yang sehat, dan dalam kepedulian terhadap kesejahteraan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya, Minggu 15 Februari 2026.
Self-Love yang terbangun dengan baik, akan mampu mewujudkan rasa kasih sayang yang tulus, selaras dan stabil. Kasih sayang tidak selalu hadir dalam bentuk ungkapan besar. Ia tampak dalam kehadiran yang konsisten, dalam kemampuan mendengarkan tanpa menghakimi, dalam batasan yang sehat, dan dalam kepedulian terhadap kesejahteraan diri sendiri maupun orang lain.
“Momentum hari kasih sayang dapat dimaknai sebagai pengingat untuk kembali pada kualitas hubungan yang esensial: kehadiran yang autentik, penerimaan yang realistis, dan kepedulian yang berkelanjutan. Kasih sayang bukan sekadar perasaan hangat, melainkan praktik psikologis yang menumbuhkan rasa aman, memperkuat koneksi, dan menjaga kesehatan mental dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Dengan Self-Love, bukan berarti mendahulukan kepentingan diri sendiri dengan mengabaikan orang lain, melainkan menjadi pondasi agar kita memiliki energi positif dan mampu mencintai orang lain dengan lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....