Waspada Virus Nipah, Nira Aren Wajib Dimasak
- 10 Feb 2026 07:30 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam mengonsumsi air nira atau aren yang diambil langsung dari pohonnya. Konsumsi nira tanpa proses pengolahan berisiko menularkan penyakit, salah satunya virus Nipah yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS, menegaskan pentingnya pengolahan sebelum nira dikonsumsi. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak langsung meminum air aren yang baru disadap.
“Oleh karena itu, sebelum mengkonsumsi aren atau nira, sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Kemudian, cuci dan kupas buah secara menyeluruh, serta buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar,” jelas Hamzi Fikri saat diwawancarai dalam Berita Pagi Pro 1 RRI Mataram, Selasa 10 Februari 2026.

Di Lombok, air nira dikenal dengan sebutan tuak manis. Rasanya yang manis dengan aroma khas serta kesegaran alaminya membuat minuman ini menjadi favorit masyarakat, terutama saat berbuka puasa. Air nira biasanya langsung diambil dari pohon aren yang tumbuh subur di wilayah perbukitan Lombok.
Selain menjadi minuman favorit, pohon aren juga menjadi sumber penghidupan masyarakat. Airnya dimanfaatkan sebagai bahan baku gula merah, sementara bijinya diolah menjadi kolang-kaling, yang banyak dibutuhkan selama Ramadan.
Memasuki Ramadhan, pedagang tuak manis mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan. Harga satu botol air mineral ukuran sedang dijual sekitar Rp10.000, dan permintaannya meningkat dibandingkan hari biasa.
Dari sisi kesehatan, air nira memiliki banyak manfaat jika diolah dengan benar. Minuman ini mampu memberikan hidrasi cepat, mengembalikan elektrolit seperti kalium dan natrium, serta menjadi sumber energi alami setelah seharian berpuasa. Kandungan vitamin dan prebiotiknya juga baik untuk pencernaan, membantu detoksifikasi tubuh, serta mengurangi rasa lelah.
Meski demikian, Dinas Kesehatan menekankan agar manfaat tersebut tidak mengabaikan aspek keamanan pangan. Risiko kontaminasi virus, terutama dari gigitan atau paparan kelelawar, harus diantisipasi dengan proses perebusan sebelum dikonsumsi.
Dengan pengolahan yang tepat, air nira tetap dapat menjadi pilihan minuman berbuka puasa yang sehat dan menyegarkan. Namun masyarakat diingatkan untuk selalu merebus nira terlebih dahulu demi keamanan dan kesehatan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....