Dinkes KLU Ingatkan Bahaya Virus Nipah

  • 10 Feb 2026 07:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Meningkatnya perbincangan mengenai Virus Nipah di berbagai platform digital belakangan ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Menyikapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara mengimbau warga agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus zoonosis yang dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, dr. H. Lalu Bahrudin, M.Kes, menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Sumber utama virus ini umumnya berasal dari kelelawar buah, yang dapat menularkan virus melalui kontak tidak langsung, salah satunya lewat buah-buahan yang telah terkontaminasi.

“Virus Nipah itu adalah salah satu virus zoonosik yang sifatnya dapat menular dari hewan ke manusia. Biasanya berasal dari kelelawar buah,” ujar dr. Lalu Bahrudin, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menegaskan, Indonesia secara umum, termasuk Lombok Utara, memiliki potensi kerentanan terhadap penyebaran Virus Nipah. Faktor lingkungan, kebiasaan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan alam, serta konsumsi hasil pangan terbuka menjadi aspek yang perlu diwaspadai bersama.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dari Virus Nipah adalah gejala awalnya yang menyerupai penyakit ringan seperti flu. Kondisi ini kerap membuat penderita menganggap remeh, padahal infeksi dapat berkembang menjadi sangat serius.

“Gejalanya hampir sama seperti batuk pilek biasa. Diawali demam, flu, tenggorokan sakit, tulang-tulang nyeri, badan terasa linu,” jelasnya.

Namun demikian, jika infeksi berkembang dengan tingkat keparahan tinggi, Virus Nipah dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga berujung kematian. Tingkat fatalitas virus ini bahkan tergolong tinggi.

“Kalau terinfeksi berat, bisa menyebabkan hilang kesadaran bahkan kematian. Angka kematiannya bisa mencapai 50 sampai 70 persen,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Lombok Utara mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi buah-buahan yang jatuh dan diduga telah dimakan atau terkontaminasi oleh kelelawar.

“Kalau ada mangga atau buah lain yang jatuh dan terlihat sudah dimakan kelelawar, mohon jangan dikonsumsi,” imbaunya.

Ia juga menyarankan agar seluruh buah yang akan dikonsumsi dicuci hingga benar-benar bersih dan, bila memungkinkan, dipanaskan terlebih dahulu guna meminimalisir risiko penularan.

“Buah harus dicuci bersih, dan sebaiknya dipanaskan untuk mencegah penularan Virus Nipah,” tambahnya.

Selain kewaspadaan terhadap pangan, masyarakat juga diminta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kebiasaan mencuci tangan secara rutin, penggunaan masker, serta pemakaian alat pelindung diri sangat dianjurkan, terutama bagi warga yang memiliki atau berinteraksi langsung dengan hewan.

“Tingkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, sering mencuci tangan, serta gunakan APD, terutama bagi masyarakat yang memelihara hewan,” ujarnya.

Upaya pencegahan juga perlu diperkuat dengan menjaga daya tahan tubuh. dr. Lalu Bahrudin mendorong masyarakat untuk rutin berolahraga, berjemur di bawah sinar matahari, dan menjaga kebugaran fisik.

“Olahraga dan berjemur membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu tubuh melawan kuman,” katanya.

Dinas Kesehatan Lombok Utara juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala mirip flu yang disertai demam dan nyeri tubuh.

“Jika ada gejala, segera ke pustu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.

Ia menambahkan, Virus Nipah juga berpotensi menular antar manusia, termasuk melalui udara. Oleh karena itu, penggunaan masker dinilai sangat penting, khususnya bagi warga yang sedang mengalami batuk atau pilek.

“Gunakan masker, karena penularan juga bisa terjadi dari manusia ke manusia melalui udara,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....