Pemkab Lombok Tengah Mulai Antisipasi Penyebaran Virus Nipah
- 09 Feb 2026 22:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai melakukan langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran Virus Nipah, menyusul meningkatnya laporan kasus penularan di sejumlah negara. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan warga Lombok Tengah yang terdampak Virus Nipah.
Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, mengatakan pemerintah daerah akan segera mengintensifkan koordinasi dengan seluruh dinas dan instansi terkait sebagai langkah kewaspadaan dini di tingkat daerah.
“Kami akan segera melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran Virus Nipah. Mulai dari memetakan potensi sumber virus, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, hingga meminta puskesmas memaksimalkan fungsi pemantauan secara intensif,” ujar Nursiah Senin 9 Februari 2026.
Ia menegaskan, seluruh fasilitas kesehatan diminta untuk proaktif memantau perkembangan di lapangan, khususnya puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Apabila terdapat laporan atau indikasi kasus di masyarakat, penanganan akan dilakukan secepat mungkin sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku.
“Harus terus memantau perkembangan dan tenaga medis di puskesmas diminta proaktif. Begitu ada laporan, penanganan langsung dilakukan sesuai standar,” tegasnya.
Menurut Nursiah, sosialisasi kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi potensi penyebaran Virus Nipah. Pemerintah daerah akan melibatkan seluruh lini, mulai dari perangkat desa, tenaga kesehatan, hingga unsur terkait lainnya, agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan.
“Dengan adanya isu Virus Nipah ini, sosialisasi sangat penting dan harus dilakukan secara menyeluruh. Masyarakat perlu memahami cara pencegahan dan langkah yang harus dilakukan jika ada gejala,” katanya.
Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Nursiah memastikan fasilitas kesehatan di Lombok Tengah pada dasarnya sudah siap untuk melakukan penanganan. Namun demikian, apabila ke depan dibutuhkan tambahan alat kesehatan atau penunjang lainnya, pemerintah daerah siap mengalokasikan anggaran agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal.
“Secara umum sarana penunjang sudah tersedia di seluruh fasilitas kesehatan. Namun jika memang dibutuhkan tambahan alat, Pemkab siap menganggarkan agar penanganan bisa lebih optimal,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mencurigakan.
Sementara itu, di pintu masuk wilayah Nusa Tenggara Barat, InJourney Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) turut meningkatkan pengawasan terhadap penumpang kedatangan sebagai langkah antisipatif mencegah potensi masuknya Virus Nipah melalui transportasi udara, baik penerbangan internasional maupun domestik.
Peningkatan pengawasan tersebut dilakukan secara intensif melalui koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram. Sebagai bagian dari upaya deteksi dini, BIZAM mengoperasikan dua unit thermal scanner yang masing-masing dipasang di area kedatangan domestik dan internasional untuk memantau suhu tubuh seluruh penumpang yang baru tiba.
Khusus bagi penumpang internasional, setibanya di BIZAM juga diwajibkan mengisi All Indonesia–SATUSEHAT Health Pass. Aplikasi ini digunakan untuk memperoleh informasi kondisi kesehatan dan riwayat perjalanan penumpang guna mendeteksi potensi risiko penularan penyakit sejak dini.
General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, mengatakan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan dan instansi terkait lainnya dalam mengantisipasi potensi masuknya Virus Nipah ke wilayah NTB.
“Kami senantiasa berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan serta instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi potensi masuknya Virus Nipah,” ujar Aidhil.
Dengan penguatan pengawasan di pintu masuk dan kesiapsiagaan pemerintah daerah, diharapkan potensi penyebaran Virus Nipah di Lombok Tengah dapat dicegah sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....