Psikolog Ungkap Dampak Serius Kecanduan Game Online Anak

  • 02 Feb 2026 12:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Perkembangan teknologi digital membawa dampak positif sekaligus tantangan serius bagi tumbuh kembang anak. Salah satu ancaman yang kini banyak dihadapi keluarga adalah kecanduan game online. 

Psikolog Kabupaten Dompu, Firmansyah, mengingatkan orang tua agar mampu melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku anak yang mengarah pada kecanduan game.

Menurut Firmansyah, terdapat enam perubahan perilaku utama yang kerap muncul pada anak yang sudah kecanduan game online. 

Di antaranya, anak sulit berhenti bermain meski sudah dilarang, menunjukkan perubahan emosi yang drastis saat game dihentikan, serta berbohong terkait waktu bermain atau penggunaan uang.

“Selain itu, kewajiban seperti belajar dan membantu orang tua mulai diabaikan, game dijadikan pelarian emosi, dan dalam kondisi yang lebih parah, anak bisa terjerumus pada perilaku kriminal seperti mencuri atau mengambil uang orang tua tanpa izin,” ungkap Firmansyah, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menegaskan, orang tua wajib waspada dan segera berkonsultasi ke psikolog apabila menemukan tanda-tanda tersebut, guna mencegah dampak yang lebih serius.

Kecanduan game online juga berdampak pada kesehatan fisik anak. Beberapa gangguan yang sering muncul antara lain kurang tidur akibat begadang, gangguan penglihatan seperti mata kering dan lelah, sakit kepala, obesitas akibat kurang aktivitas fisik, hingga kaku otot dan nyeri punggung.

Dari sisi psikologis dan perilaku, anak dapat mengalami emosi tidak stabil, menjadi lebih agresif, mudah stres dan cemas jika tidak bermain, serta kesulitan fokus dalam aktivitas sehari-hari.

Tak hanya itu, kecanduan game juga berdampak pada penurunan prestasi akademik, seperti kehilangan minat belajar, tugas sekolah yang terbengkalai, serta rendahnya motivasi belajar. Dalam aspek sosial, anak cenderung menarik diri dari lingkungan nyata, kurang berinteraksi dengan keluarga dan teman, serta lebih fokus pada dunia maya.

Firmansyah menyampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk menangani kecanduan game online pada anak. Pertama, membatasi waktu bermain dengan aturan tegas dan konsisten, termasuk menjauhkan gadget dari kamar tidur, terutama pada malam hari.

Kedua, melakukan pengalihan aktivitas dengan mengajak anak berolahraga, menekuni hobi baru, atau mengikuti kegiatan sosial bersama keluarga. Ketiga, pentingnya pendampingan orang tua melalui komunikasi yang baik, memahami alasan anak bermain game, serta menjadi teladan dalam penggunaan gadget.

“Jika kecanduan sudah tergolong parah, orang tua perlu melibatkan terapi profesional, seperti konsultasi ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan melalui Cognitive Behavior Therapy (CBT), Motivational Interview (MI), atau terapi perilaku lainnya,” jelasnya.

Selain itu, orang tua juga diminta menciptakan lingkungan rumah yang kondusif dan menyenangkan, agar anak tidak menjadikan game sebagai satu-satunya pelarian dari stres.

Dengan peran aktif dan kepedulian orang tua, Firmansyah berharap kasus kecanduan game online pada anak dapat ditekan, sehingga anak tumbuh secara sehat, seimbang, dan optimal baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....