Waspada Cacing Gelang, Belajar dari Kisah Raya

  • 20 Agt 2025 11:13 WIB
  •  Mataram

KBRN.Mataram: Kabar duka datang dari Sukabumi, Jawa Barat. Seorang bocah bernama Raya (4) menghembuskan napas terakhir setelah tubuhnya dipenuhi ribuan cacing gelang. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kritis sang balita saat dirawat di ICU tanpa identitas maupun BPJS. Dalam keadaan lemah, cacing-cacing itu keluar dari hidung, mulut, hingga anusnya.

Raya diketahui berasal dari keluarga tidak mampu. Sang ayah sakit-sakitan, sementara ibunya mengalami gangguan jiwa. Mereka tinggal di rumah panggung sederhana yang bagian bawahnya dijadikan kandang ayam. Lingkungan inilah yang diduga menjadi sumber penularan penyakit. Upaya tim relawan mencari bantuan biaya pengobatan ke berbagai lembaga tidak membuahkan hasil. Raya akhirnya meninggal dunia pada 22 Juli 2025, dengan biaya perawatan Rp23 juta ditanggung relawan.

Bahaya Cacing Gelang yang Sering Dianggap Remeh

Kasus tragis ini menyadarkan masyarakat bahwa infeksi cacing gelang atau askariasis bukanlah penyakit sepele. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 800 juta orang di dunia terinfeksi askariasis, terutama di wilayah tropis dengan sanitasi yang buruk.

Cacing gelang hidup di usus halus, namun larvanya dapat menembus pembuluh darah dan menyebar ke organ lain. Infeksi ringan mungkin hanya menimbulkan sakit perut atau penurunan nafsu makan. Tetapi dalam kasus berat, penderita bisa mengalami penyumbatan usus, pneumonia akibat larva di paru-paru, bahkan gangguan pada organ vital seperti hati dan otak.

Suara Netizen dan Masyarakat

Kisah Raya langsung menuai simpati warganet. Banyak yang tak menyangka penyakit yang selama ini dianggap biasa bisa merenggut nyawa seorang balita.

“Selama ini saya pikir cacingan hanya bikin anak kurus. Ternyata bisa sampai segawat ini,” tulis seorang pengguna media sosial.

Sebagian lainnya menyoroti faktor lingkungan. “Kalau sanitasi buruk, buang air sembarangan, tinggal dekat kandang ternak, itu memang rawan sekali. Pemerintah harus lebih gencar edukasi,” komentar seorang warga Sukabumi.

Pekerja sosial pun menegaskan pentingnya program obat cacing massal di sekolah-sekolah. “Edukasi ke masyarakat harus jalan, supaya orang tua sadar bahaya infeksi cacing. Ini bukan sekadar masalah perut kembung atau gatal,” kata seorang relawan kesehatan di Lombok.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Kasus Raya menjadi pengingat keras bagi kita semua. Infeksi cacing gelang bisa dicegah dengan langkah sederhana: menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan cuci tangan dengan sabun, menggunakan jamban sehat, serta rutin memberikan obat cacing pada anak sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Selain itu, program pemberian obat cacing secara massal di sekolah dan posyandu perlu terus diperkuat. Langkah ini terbukti efektif menekan angka kecacingan di berbagai daerah.

Tragedi yang menimpa Raya menunjukkan bahwa penyakit yang dianggap remeh bisa berakhir fatal jika diabaikan. Cacing gelang bukan hanya soal gatal atau perut tidak nyaman. Ia bisa merenggut masa depan anak-anak kita.

Kesadaran, kepedulian, dan tindakan nyata dari semua pihak adalah kunci agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....