Gula Merah Jadi Doping Pelari? Mitos atau Fakta
- 13 Agt 2025 10:03 WIB
- Mataram
KBRN.Mataram: Gula sering dianggap musuh kesehatan. Tapi belakangan, justru gula merah disebut-sebut sebagai doping alami bagi pelari. Apakah benar? Atau hanya sekadar mitos?
Konten dari akun TikTok Pelari Julid mengangkat isu ini dan langsung viral. Dalam video itu, dijelaskan bahwa pelari membutuhkan sumber energi cepat serap — dan gula merah dinilai cocok karena mengandung glukosa alami yang bisa langsung digunakan tubuh, terutama saat latihan berat atau jelang lomba.
Menurut laporan dari laman Fast Running, tubuh manusia, khususnya otak, membutuhkan sekitar 120 gram glukosa per hari untuk menjalankan proses metabolisme. Apalagi bagi pelari yang latihan 4–7 kali seminggu, kebutuhan energinya jauh lebih besar.
Gula cepat serap seperti gula merah, madu, atau jus buah encer, bisa membantu pelari:
• Menambah energi sebelum latihan intens
• Mengisi ulang simpanan glikogen setelah latihan
• Membantu pemulihan lebih cepat sebelum sesi berikutnya
Suara Netizen & Pelari
Topik ini memicu banyak komentar dari warganet yang juga pelari.
“Kekuatan kaki, nafas, gula merah, dan MENTAL. Semua penting,” tulis akun @muff.
“Fakta! Saya pernah lomba lari 10 km, dan gula merah bantu stamina tetap stabil,” tambah @32QayyumLND.
“Jangan lupa pakai gula merah yang asli, bukan yang campuran gula tebu,” pesan @muliadi.
Bahkan akun lain berbagi pengalaman unik:
“Saya pakai gula merah campur santan dan pisang. Alhasil malah muntah karena kekenyangan,” ungkap @OMASEF sambil tertawa.
Gula merah bukan doping terlarang, melainkan sumber energi cepat yang bisa dimanfaatkan dengan cerdas oleh pelari. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dikombinasikan dengan pola makan yang tepat, manfaatnya bisa terasa nyata di lintasan.
Jadi, mitos atau fakta? Bisa dibilang fakta—tapi bukan solusi utama. Tetap utamakan latihan konsisten, istirahat cukup, dan nutrisi seimbang agar performa di trek makin gacor!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....