Pegagan, Tanaman Herbal Pendukung Fungsi Otak
- 16 Jul 2025 08:34 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Pegagan atau Centella asiatica adalah tanaman herbal yang tumbuh liar di berbagai penjuru Nusantara. Sejak zaman dahulu, tanaman ini telah dikenal dalam pengobatan tradisional karena manfaatnya yang besar, terutama dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan otak. Masyarakat umum sering mengenalnya sebagai ramuan penyegar tubuh, namun lebih dari itu, pegagan menyimpan potensi besar sebagai pendukung kesehatan otak.
Dalam jurnal “Efek Daun Pegagan (C. asiatica) sebagai Neuroprotektor” oleh Aradila Irsalina (2020), disebutkan bahwa pegagan memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan regeneratif saraf. Senyawa seperti asiatikosida, madekasosida, dan triterpenoid mampu menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE), yang berfungsi memecah asetilkolin, yang merupakan zat penting untuk daya ingat dan pembelajaran. Dengan menghambat AChE, pegagan dapat meningkatkan koneksi saraf di otak guna proses belajar dan mengingat.
Sedangkan menurut sumber lain, Jurnal Litbang Pertanian Vol. 35 yang mengulas “Kandungan bahan aktif tanaman pegagan dan khasiatnya untuk meningkatkan sistem imun tubuh”, disebutkan bahwa pegagan juga memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi kesehatan otak, antara lain:
· Efek Menenangkan dan Antistres
Kandungan triterpenoid dan saponin pada pegagan mampu memberikan efek menenangkan serta menurunkan kecemasan
· Perlindungan terhadap Kerusakan Saraf
Antioksidan dalam pegagan membantu melindungi sel-sel saraf dari stres oksidatif, yaitu kondisi kelebihan radikal bebas yang dapat merusak neuron seperti Alzheimer
· Meningkatkan Sirkulasi Darah ke Otak
Triterpenoid turut berperan memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak, guna memastikan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak untuk menunjang daya pikir dan fokus.
· Mendukung Regenerasi Jaringan Otak
Asiaticoside dan madekasosida dalam pegagan merangsang produksi kolagen, protein utama dalam perbaikan dan regenerasi jaringan tubuh, termasuk jaringan saraf otak yang mengalami kerusakan.
Cara mengonsumsi pegagan cukup beragam dan sederhana. Daunnya dapat dijadikan lalapan, direbus menjadi teh herbal, atau dikonsumsi dalam bentuk kapsul ekstrak. Namun, penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu, terutama bagi yang sedang menjalani pengobatan medis.
Pegagan adalah bukti nyata bahwa kekayaan hayati Indonesia menyimpan potensi solusi bagi tantangan kesehatan modern. Membuatnya bagian dari pola hidup sehat bukan hanya pelestarian kearifan lokal, tetapi juga langkah visioner dalam menjaga kesehatan otak secara aman, terjangkau, dan berkelanjutan. (RRI/Aldi W)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....