Eco-Drain Unram: Paving Block Berpori Jadi Solusi Kurangi Limpasan Air di Medana
- 17 Sep 2026 20:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Universitas Mataram (Unram) mengenalkan sistem drainase ramah lingkungan atau eco-drain kepada masyarakat Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara. Teknologi yang menggunakan paving block berpori ini berdasarkan hasil simulasi dan pemodelan mampu mengurangi debit puncak limpasan air hujan hingga 40 sampai 55 persen.
Inovasi tersebut dikembangkan Kelompok Bidang Ilmu Sumber Daya Air, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unram. Sosialisasi dan edukasi penerapan eco-drain melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta mahasiswa KKN.
Tim tersebut dipimpin Dr. Ir. I Wayan Yasa, S.T., M.T., IPM, bersama Dr. Ir. I Dewa Made Alit Karyawan, M.T., Lalu Wirahman Wiradarma, S.T., M.Sc., Dr. Ir. Ida Ayu Oka Suwati Sideman, S.T., M.Sc., IPM, dan Ir. Agustono Setiawan, S.T., M.Sc.
Gagasan eco-drain muncul dari persoalan perubahan tutupan lahan yang terjadi seiring perkembangan Desa Medana. Pembangunan permukiman, kawasan komersial dan destinasi pariwisata membuat penggunaan beton dan aspal semakin banyak, sehingga permukaan tanah yang semestinya menjadi tempat air hujan meresap ikut berkurang.
Ketika permukaan lahan semakin kedap air, air hujan lebih banyak mengalir di permukaan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan limpasan, memunculkan genangan hingga banjir lokal, sekaligus mengurangi pengisian kembali air tanah yang penting bagi kawasan pesisir.
Melalui eco-drain, fungsi ruang seperti jalan, halaman maupun tempat parkir tetap dapat digunakan, tetapi tidak seluruh permukaannya dibuat kedap air. Sistem ini menggunakan paving berlubang atau grass block yang memiliki rongga di bagian tengah sebagai jalur masuk air ke dalam tanah.
Rongga tersebut dapat diisi dengan berbagai material yang tersedia di lingkungan, termasuk batu koral atau kerikil, batu pecah, batu apung dan limbah ayakan pasir. Bagian celah juga dapat ditanami rumput, seperti rumput jepang dan rumput mutiara.
Keberadaan rongga pada paving membuat air hujan memiliki jalur untuk masuk ke lapisan tanah. Air yang sebelumnya berpotensi langsung menjadi limpasan permukaan dapat mengalami infiltrasi dan kemudian terperkolasi ke lapisan tanah di bawah perkerasan.
Hasil simulasi dan pemodelan tim Unram menunjukkan penggunaan teknologi tersebut dapat mereduksi debit puncak limpasan permukaan sebesar 40 hingga 55 persen. Pengurangan limpasan ini diharapkan dapat membantu menekan potensi genangan di kawasan permukiman maupun fasilitas publik.
Air yang masuk ke tanah juga tidak berhenti pada fungsi pengendalian banjir. Air tersebut menjadi bagian dari proses imbuhan atau recharge air bawah permukaan yang membantu mempertahankan cadangan air tanah untuk kebutuhan masyarakat, termasuk ketika musim kemarau.
Bagi Desa Medana yang berada di kawasan pesisir, pengisian kembali air tanah juga berkaitan dengan upaya menjaga kestabilan muka air tanah. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko intrusi air laut yang dapat memengaruhi kualitas air tanah.
Penerapan eco-drain dalam kegiatan pengabdian masyarakat Unram juga dikaitkan dengan tiga tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.
Kontribusi terhadap SDG 6 berkaitan dengan upaya menjaga kuantitas dan kualitas cadangan air tanah melalui infiltrasi alami. Pada SDG 11, teknologi tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan lingkungan permukiman terhadap genangan dan banjir, sekaligus mempertahankan unsur vegetasi yang dapat membuat ruang publik lebih nyaman.
Sementara pada SDG 15, penggunaan material batuan alam dan vegetasi di bagian celah perkerasan diharapkan membantu meminimalkan erosi, mempertahankan siklus hidrologi daratan, serta mengurangi dampak lingkungan akibat semakin luasnya tutupan lahan kedap air.
Program yang didukung skema DIPA BLU PNBP Unram tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Desa Medana. Warga berharap sosialisasi dapat dilanjutkan dengan pelatihan teknis mengenai pencetakan dan pemasangan paving block berpori sehingga teknologi tersebut dapat dibuat dan diterapkan secara mandiri.
Selain mendukung pengelolaan lingkungan, keterampilan pembuatan paving block berpori juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Melalui keterlibatan mahasiswa KKN dan masyarakat, Unram mendorong pengembangan solusi infrastruktur hijau yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan lingkungan di Nusa Tenggara Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....