PKM-PI Unram Dampingi KTH Mur Semalang Olah Limbah Sarang Lebah Bernilai Ekonomi
- 12 Sep 2026 11:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Limbah sarang lebah Apis cerana yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal mulai dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi tersebut diperkenalkan Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Mataram kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Mur Semalang, Desa Gunjan Asri, Kabupaten Lombok Utara.
Pendampingan pengolahan limbah tersebut dilaksanakan pada 4 Agustus 2026 dan diikuti 20 anggota KTH Mur Semalang. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perlebahan sekaligus membuka peluang diversifikasi usaha masyarakat.
Inovasi yang diperkenalkan mengangkat tema “Ekstraksi Limbah Propolis Apis cerana Menjadi Produk Aromaterapi Bernilai Ekonomi”. Limbah sarang lebah diproses menjadi bahan baku lilin aromaterapi yang berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai jual.
Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan praktik langsung. Anggota KTH mendapatkan penjelasan mengenai potensi ekonomi limbah sarang lebah, teknik pengolahan, tahapan produksi, hingga peluang pengembangan produk turunannya.
Pada tahap praktik, peserta terlibat langsung dalam proses pengolahan limbah sarang lebah. Proses dimulai dengan pemanasan hingga limbah mencair, kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan lilin dari residu.
Setelah itu, bahan didinginkan hingga terbentuk lapisan lilin. Lilin kembali dipanaskan dan disaring sebelum dicampurkan dengan aroma esensial, kemudian dicetak dan didinginkan pada suhu ruang hingga menjadi lilin aromaterapi.
Dosen Pendamping PKM-PI sekaligus Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Mataram, Pande Komang Suparyana, S.TP., M.Agb., mengatakan pengembangan produk tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah usaha perlebahan dan memperkuat kemampuan kelompok dalam mengembangkan usaha berbasis sumber daya lokal.
“Potensi ekonomi usaha perlebahan tidak berhenti pada produksi madu. Limbah sarang lebah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, salah satunya lilin aromaterapi," jelasnya. "Melalui PKM-PI, mahasiswa bersama mitra mencoba membangun proses produksi yang sederhana dan dapat diterapkan kembali oleh kelompok secara mandiri."

Menurut Pande, inovasi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
“Dari perspektif agribisnis, inovasi ini memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 8 karena membuka ruang bagi diversifikasi usaha dan penciptaan nilai tambah ekonomi pada tingkat kelompok. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi ini berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Ketua Tim PKM-PI, Muhammad Taufik Kurohman, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Mataram, menjelaskan metode praktik langsung dipilih agar teknologi yang diperkenalkan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan kembali oleh kelompok.
“Kami melibatkan anggota KTH Mur Semalang secara langsung dalam setiap tahapan, mulai dari pengolahan limbah sarang lebah, pemanasan, penyaringan, pemurnian lilin, pencampuran aroma, hingga pencetakan. Kami berharap setelah kegiatan ini kelompok memiliki keterampilan yang cukup untuk mencoba kembali proses produksi secara mandiri,” terangnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Anggota KTH Mur Semalang, Jimanen merespons positif kegiatan penyuluhan dan praktik tersebut. Keterlibatan secara langsung dalam proses produksi memberikan pengalaman baru bagi kelompok untuk melihat potensi lain dari kegiatan perlebahan yang selama ini mereka jalankan.
Ketua KTH Mur Semalang juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pendanaan yang memungkinkan kegiatan penerapan teknologi tersebut dilaksanakan di Desa Gunjan Asri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas pendanaan kegiatan PKM-PI ini," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa program tersebut membawa dampak positif berupa peningkatan keterampilan anggota untuk mengolah limbah sarang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada anggota KTH Mur Semalang, khususnya dalam memanfaatkan limbah sarang lebah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi peluang usaha bagi kelompok," ungkapnya.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui pendanaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) Tahun 2026.
Kolaborasi mahasiswa, dosen pendamping, dan KTH Mur Semalang diharapkan menjadi langkah awal pengembangan diversifikasi produk hasil perlebahan di Desa Gunjan Asri.
Pemanfaatan limbah sarang lebah Apis cerana menjadi lilin aromaterapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah sumber daya lokal, pengurangan limbah produksi, serta pengembangan kegiatan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....