Universitas Terbuka Perkuat Peran Sarjana Selesaikan Masalah Daerah

  • 22 Agt 2026 21:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Terbuka (UT) mendorong lulusan perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi ikut mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

Direktur UT Mataram, Ronny Basista, Ph.D., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab melalui pelaksanaan tridharma untuk memberikan kontribusi nyata terhadap persoalan di daerah.

Menurutnya, UT Mataram berupaya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, terutama melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan penelitian kita bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Bagaimana persoalan-persoalan itu kemudian kita atasi bersama dan mencarikan solusinya melalui penelitian bersama BRIDA," ujarnya, setelah melepas 445 wisudawan dan wisudawati, Sabtu 22 Agustus 2026.

Selain penelitian, UT Mataram juga mengarahkan kegiatan pengabdian masyarakat pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Ronny mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya UT agar keberadaan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pandangan tersebut diperkuat Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerintah menyelesaikan persoalan pembangunan.

Ia berharap para sarjana menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat mencari jalan keluar dari berbagai persoalan, bukan sekadar memberikan komentar.

"Jangan justru hanya komentar-komentar yang bikin gaduh. Hadirlah dengan solusi, dengan ilmu tadi diamalkan sehingga berbagai masalah yang ada di NTB itu masyarakat bisa dibantu untuk mencari jalan penyelesaiannya," katanya.

I Gede Putu Aryadi menyebut sejumlah agenda pembangunan NTB membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

Tiga agenda yang menjadi perhatian antara lain pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan serta pengembangan pariwisata NTB agar semakin dikenal dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Senat Akademik UT, Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si., menilai kemampuan menganalisis persoalan secara ilmiah merupakan salah satu bekal penting yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi.

Menurutnya, persoalan di masyarakat harus dilihat berdasarkan data, kemudian dianalisis untuk mengetahui akar masalah, penyebab, dampak dan proses yang melatarbelakanginya.

"Masalah itu bagi seorang ilmuwan kemudian dianalisis secara keilmuan. Dicari mana hulunya, mana hilirnya, mana penyebabnya, mana dampak dan akibatnya. Setelah itu berdasarkan data disimpulkan dan diberikan solusi," terangnya.

Ia berharap pola berpikir tersebut diterapkan para alumni UT ketika kembali menjalankan peran di masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan sarjana tidak hanya menambah jumlah masyarakat terdidik, tetapi juga menjadi kekuatan intelektual yang mampu membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi persoalan pembangunan secara lebih terukur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....