UIN Mataram Dorong Komunitas Warga Gapuk Jadi Penjaga Keberlanjutan PkM

  • 21 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Tiga hari pelaksanaan pengabdian tidak ingin dijadikan akhir dari proses pendampingan masyarakat Desa Gapuk. Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram justru menyiapkan komunitas warga sebagai penggerak agar pengetahuan dan kesadaran yang dibangun selama program tetap berjalan setelah tim pengabdi meninggalkan desa.

Ketua LP2M sekaligus Ketua Pengabdi Integratif UIN Mataram, Prof. Dr. H. Kadri, M.Ag., mengatakan model pengabdian yang diterapkan tidak hanya mengandalkan kegiatan tatap muka. Prosesnya disusun bertahap mulai dari pembelajaran, pendampingan hingga penguatan kelembagaan masyarakat.

"Pengabdian ini bertahap. Ada proses in-class untuk transformasi pengetahuan, kemudian pendampingan di kampung masing-masing. Setelah itu kami mendorong penguatan kelembagaan komunitas agar nilai-nilai yang sudah ditanam bisa terus dikawal," jelasnya, Jumat 21 Agustus 2026.

Menurut Prof. Kadri, keberlanjutan menjadi salah satu persoalan penting dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program yang selesai bersamaan dengan berakhirnya kegiatan formal dinilai berisiko tidak memberikan dampak jangka panjang.

Karena itu, UIN Mataram mendorong terbentuknya sejumlah komunitas sesuai dengan fokus persoalan yang ditemukan di Desa Gapuk. Di antaranya komunitas sadar digital, komunitas entrepreneur, komunitas toleransi, serta kelompok yang memiliki kepedulian terhadap pencegahan pernikahan anak.

Komunitas tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kelompok administratif. Warga yang berada di dalamnya didorong memiliki kesadaran untuk menjaga dan mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh selama proses pengabdian.

"Kalau kami tidak selamanya ada di sini. Tim pengabdi punya waktu mulai dan berakhir. Kami tidak ingin kehadiran kami seperti angin lalu. Salah satu cara merawatnya adalah membuat komunitas yang dengan kesadarannya sendiri mengawal semangat yang sudah ditanam," ungkapnya.

Prof. Kadri mengatakan UIN Mataram juga membuka kemungkinan melakukan pemantauan terhadap perkembangan komunitas tersebut. Jika terdapat dukungan program pengabdian berikutnya, pendampingan dapat diarahkan pada kebutuhan yang berkembang di masyarakat.

Ia menegaskan keberlanjutan bukan berarti mengulang kegiatan yang sama, melainkan meneruskan nilai dan pengetahuan yang telah diberikan dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.

Dengan pola tersebut, PkM di Desa Gapuk diharapkan tidak berhenti sebagai agenda akademik, tetapi berkembang menjadi proses pemberdayaan yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....