Universitas Bumigora Kembangkan Batik Khas NTB dengan Teknologi Tepat Guna

  • 18 Agt 2026 11:43 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Universitas Bumigora mendampingi Sanggar Batik Gesang untuk mengembangkan desain dan produksi batik khas NTB.
  • Pendampingan dilakukan melalui inovasi motif, pewarna alami, serta teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk.

RRI.CO.ID, Mataram — Universitas Bumigora memperkuat pengembangan batik khas Nusa Tenggara Barat melalui pendampingan kepada Sanggar Batik Gesang di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Program tersebut dijalankan melalui skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026.

Pendampingan menyasar peningkatan kemampuan perajin dalam mengembangkan desain, mengolah pewarna alami, serta memperbaiki kualitas dan efisiensi produksi. Sebanyak 20 anggota Sanggar Batik Gesang yang diketuai Esti terlibat dalam program tersebut.

Tim Universitas Bumigora terdiri atas I Gede Anjas Kharisma Nata sebagai ketua, bersama Indah Nalurita dan Husnita Komalasari sebagai anggota.

Ketua Tim pelaksana I Gede Anjas Kharisma Nata menjelaskan selama ini, Sanggar Batik Gesang masih mengandalkan sembilan motif cap yang dinilai cenderung repetitif. Kondisi tersebut membuat ruang inovasi desain dan penerapan teknologi dalam proses produksi masih perlu diperluas.

“Kami arahkan program ini agar Sanggar Batik Gesang tidak hanya meningkatkan keterampilan produksi, tetapi juga mampu mengembangkan desain batik yang lebih inovatif dengan mengangkat identitas dan kekayaan budaya NTB,” kata I Gede Anjas Kharisma Nata, Selasa 18 Agustus 2026.

Dalam pendampingan tersebut, tim memberikan pelatihan pengembangan motif, transformasi desain tradisional, inovasi warna, teknik pewarnaan, hingga penggunaan cap batik berbahan tembaga.

Pengembangan desain menjadi salah satu fokus utama. Perajin didorong mengeksplorasi kekayaan budaya NTB sebagai sumber inspirasi sehingga motif yang dihasilkan tidak sekadar menjadi pengulangan desain lama, tetapi memiliki karakter yang lebih kuat.

Selain pelatihan, Universitas Bumigora juga memberikan dukungan teknologi tepat guna. Peralatan yang disiapkan antara lain mesin pengering, mesin penepung, serta paket canting dan cap batik tembaga.

Peralatan tersebut diharapkan membantu perajin meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk. Pendampingan juga dilakukan setelah pelatihan untuk memastikan teknologi dan keterampilan baru dapat diterapkan secara mandiri.

I Gede Anjas Kharisma Nata memberikan pelatihan di bidang desain. Indah Nalurita memperkuat materi mengenai pewarna alami dan teknologi, sedangkan Husnita Komalasari memberikan pelatihan formulasi pewarna alami.

Kepala Lingkungan setempat, Agus, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Universitas Bumigora. Menurut dia, program tersebut memberikan dukungan bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi batik khas NTB.

“Kami berterima kasih kepada Universitas Bumigora yang telah memberikan pendampingan dan dukungan kepada Sanggar Batik Gesang. Kami berharap kegiatan ini terus memberikan manfaat dan membantu masyarakat mengembangkan batik khas NTB,” ujar Agus.

Program PISN tersebut ditargetkan menghasilkan motif batik khas NTB yang lebih inovatif sekaligus meningkatkan keterampilan para perajin. Penguatan proses produksi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk Sanggar Batik Gesang.

Tim Universitas Bumigora dan mitra menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan melalui Skema Program Inovasi Seni Nusantara tahun 2026.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perajin, mendorong inovasi desain, dan menerapkan teknologi tepat guna agar batik khas NTB semakin memiliki daya saing tanpa kehilangan identitas budayanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....