Dr. Muthia Dosen FKIK Unram dalam Global Drowning Prevention Leadership Institute

  • 18 Agt 2026 06:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Sebuah program kepemimpinan global yang dirancang untuk memperkuat kapasitas para profesional dalam menerjemahkan pengetahuan dan bukti ilmiah menjadi kebijakan serta program pencegahan Global Drowning Prevention Leadership Institute (GDPLI) 2026 merupakan program yang menggunakan pendekatan kesehatan masyarakat berbasis sistem dan memperkuat peserta dalam kepemimpinan, advokasi, komunikasi strategis, serta pengembangan intervensi berbasis bukti.

Salah satu Dosen di Universitas Mataram, dr. Muthia Cenderadewi, MPHTM, PhD, mewakili Indonesia dalam program yang diselenggarakan oleh Johns Hopkins International Injury Research Unit (JH-IIRU) dengan dukungan Bloomberg Philanthropies di Mombasa, Kenya, pada 27–31 Juli 2026 lalu. Dari Lombok hingga Mombasa, kontribusi dr. Muthia dalam isu kesehatan masyarakat hadir di ruang kepemimpinan global. Dosen sekaligus Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram, mengikuti rangkaian pembelajaran daring dan kegiatan tatap muka di Mombasa.

Keikutsertaan dr. Muthia memiliki relevansi kuat dengan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pencegahan tenggelam tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu menghadapi risiko di air, tetapi juga membutuhkan edukasi masyarakat, komunikasi risiko, lingkungan yang lebih aman, kesiapsiagaan, kebijakan yang tepat, serta intervensi yang disusun berdasarkan data dan kondisi lokal.

Perspektif tersebut menjadi penting bagi FKIK Universitas Mataram yang berada di Nusa Tenggara Barat, wilayah dengan masyarakat yang memiliki kedekatan erat dengan kawasan pesisir dan perairan. Pengalaman dalam GDPLI 2026 dapat menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan jejaring internasional sekaligus memperkuat pengembangan pendekatan pencegahan tenggelam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kepulauan dan pesisir.

Keikutsertaan dr. Muthia juga membuka peluang penguatan kontribusi FKIK Universitas Mataram dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi internasional di bidang kesehatan masyarakat. Pengetahuan mengenai kepemimpinan, systems thinking, advokasi kebijakan, komunikasi risiko, serta strategi berbasis bukti yang diperoleh selama program dapat menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan akademik dan pengabdian yang semakin responsif terhadap persoalan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Partisipasi tersebut turut mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being, khususnya melalui penguatan upaya promotif dan preventif untuk mengurangi kematian dan cedera yang dapat dicegah. Pencegahan tenggelam merupakan bagian dari agenda kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan lebih luas daripada penanganan setelah kejadian, mulai dari peningkatan literasi kesehatan dan keselamatan, komunikasi risiko, penguatan kesiapsiagaan masyarakat, hingga kebijakan dan intervensi berbasis bukti.

Dalam konteks wilayah kepulauan dan pesisir, pendekatan tersebut menjadi semakin strategis karena upaya menjaga kesehatan masyarakat juga berkaitan erat dengan kemampuan masyarakat mengenali dan mengelola risiko di lingkungan perairan. Dengan memperkuat kapasitas akademisi pada isu tersebut, perguruan tinggi dapat berperan dalam menjembatani pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan masyarakat serta mendorong solusi kesehatan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

Kehadiran dr. Muthia dalam GDPLI 2026 menempatkan FKIK Universitas Mataram dalam jejaring global yang berfokus pada penguatan kapasitas dan aksi pencegahan tenggelam. Dari konteks lokal di Nusa Tenggara Barat hingga forum internasional di Kenya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya membawa perspektif Indonesia ke ruang pertukaran pengetahuan global sekaligus memperkuat kontribusi Unram dalam menghadirkan solusi kesehatan yang relevan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....