Ubah Serbuk Kayu Jadi Jamur Tiram, UNDIKMA Dorong Ketahanan Pangan Keluarga

  • 17 Agt 2026 12:32 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • UNDIKMA manfaatkan limbah serbuk kayu sebagai media budidaya jamur tiram bernilai ekonomi.
  • Ibu-ibu Dusun Bagik Dewa mendapat pelatihan budidaya hingga pengolahan jamur menjadi pangan bergizi.
  • Program pengabdian UNDIKMA mendorong ketahanan pangan, kesehatan keluarga, dan peluang ekonomi berbasis potensi lokal.

RRI.CO.ID, Mataram - Tim pelaksana Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) mendorong pemanfaatan limbah serbuk kayu menjadi media budidaya jamur tiram yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Program pemberdayaan ini menyasar ibu-ibu rumah tangga di Dusun Bagik Dewa, Desa Pelambik, Kabupaten Lombok Tengah, melalui pelatihan budidaya jamur hingga pengolahan hasil panen menjadi pangan bergizi.

Melalui program ini, serbuk kayu yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama dalam pembuatan media tanam (baglog jamur tiram). Pemanfaatan potensi lokal tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi limbah industri kayu, tetapi juga menyediakan alternatif sumber pangan yang dapat dibudidayakan oleh masyarakat dalam skala rumah tangga.

Tim pelaksana diketuai oleh Ismail Efendi, M.Pd dengan anggota Dr. Nova Kurnia, M.Pd dan Laila Mardiana Rohmatillah, S.Gz., M.Gizi. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, Pendidikan IPA, dan Kesehatan Masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pendampingan secara bertahap mulai dari penyiapan bahan, pembuatan baglog jamur, proses sterilisasi, inokulasi bibit, hingga tahap inkubasi. Tidak berhenti pada proses produksi, tim UNDIKMA juga mendampingi mitra dalam perawatan yang tepat agar jamur tiram dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen secara berkelanjutan.

Setelah memperoleh keterampilan budidaya, ibu-ibu rumah tangga Dusun Bagik Dewa juga dilatih mengolah jamur tiram hasil panen menjadi beragam menu sesuai prinsip gizi seimbang. Sejumlah produk pangan yang diperkenalkan antara lain pepes jamur, bakso jamur, dan sate jamur.

Pelatihan pengolahan pangan tersebut diharapkan dapat menambah variasi menu keluarga sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi.

Ketua tim pelaksana, Ismail Efendi, M.Pd, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata hilirisasi hasil riset tim UNDIKMA terkait budidaya jamur, pangan fungsional, dan pengolahan pangan berbasis prinsip gizi seimbang.

“Program ini tidak hanya mengajarkan bagaimana membudidayakan jamur tiram, tetapi juga bagaimana potensi lokal berupa limbah serbuk kayu dapat dimanfaatkan menjadi media untuk menghasilkan pangan yang mendukung pemenuhan gizi keluarga,” ujar Ismail.

Kegiatan ini terlaksana melalui pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong implementasi hasil riset perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Manfaat kegiatan itu turut dirasakan langsung oleh para peserta. Ibu Fitra, selaku perwakilan ibu-ibu rumah tangga Dusun Bagik Dewa, menilai program yang dilaksanakan UNDIKMA dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Program dari UNDIKMA dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini sangat bermanfaat bagi kami karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru untuk kehidupan sehari-hari. Kami sekarang bisa membudidayakan jamur dengan memanfaatkan limbah organik seperti serbuk kayu yang memang banyak tersedia di sekitar kami,” ujar Fitra.

Ia menambahkan, pendampingan yang diberikan tidak hanya berhenti pada proses budidaya, tetapi juga sampai pada pengolahan hasil panen menjadi makanan yang lebih bergizi.

“Kami juga didampingi membuat berbagai olahan jamur sesuai prinsip gizi seimbang. Hal ini sangat penting bagi keluarga kami, terutama untuk mendukung pertumbuhan anak-anak di Dusun Bagik Dewa,” katanya.

Melalui keterampilan yang diperoleh, ibu-ibu rumah tangga diharapkan mampu menghasilkan jamur tiram untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, mengolahnya menjadi menu bergizi, sekaligus membuka peluang pengembangan produk pangan bernilai ekonomi.

Dengan mengintegrasikan pemanfaatan limbah industri kayu, budidaya jamur tiram, pengolahan pangan bergizi, edukasi gizi seimbang, dan pemberdayaan ekonomi rumah tangga, tim UNDIKMA berharap Dusun Bagik Dewa dapat mengembangkan model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesehatan keluarga, sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah yang tersedia di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....