Telkomsel dan Pemprov Bali Perkuat Numerasi Lewat AI
- 15 Agt 2026 10:34 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Denpasar — Telkomsel bersama Pemerintah Provinsi Bali, Gasing Academy, Kuncie, dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan berkolaborasi memperkuat kemampuan numerasi guru dan siswa melalui ekosistem pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan atau AI for Education.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berhitung, tetapi juga membangun kemampuan bernalar, memahami informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM), sains dan teknologi, serta pendidikan.
Ekosistem pembelajaran dimulai dari peningkatan kompetensi guru melalui Gasing Academy dengan pendekatan GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan). Sementara itu, kemampuan siswa diperkuat melalui Sacred Octagon, platform pembelajaran berbasis permainan yang memanfaatkan teknologi AI untuk membantu anak berlatih matematika secara interaktif dan bertahap.
Selain itu, SkulPintar disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran dan asesmen. Pelaksanaan program juga dirancang dapat dipantau berbasis data sehingga hasilnya bisa menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan secara berkelanjutan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan numerasi merupakan fondasi penting bagi kemampuan anak dalam berpikir dan mengambil keputusan.
“Numerasi lebih dari sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga fondasi untuk berpikir, memahami masalah, dan mengambil keputusan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberi lebih banyak anak kesempatan untuk belajar, mencoba, mencoba lagi, hingga percaya bahwa mereka bisa dan berhasil,” ujar Nugroho.
Dalam kegiatan tersebut, guru dan siswa berkesempatan menyaksikan sekaligus mencoba pembelajaran menggunakan Sacred Octagon dan pendekatan GASING. Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk memahami kebutuhan di lapangan sekaligus mengukur manfaat program secara bertahap.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa penguatan numerasi sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul.
“Kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Koster.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya dalam menghadirkan program tersebut di Bali serta menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas.
Sementara itu, dalam penerapan konsep AI for Education, guru tetap menjadi pusat proses pembelajaran. Teknologi digunakan sebagai alat bantu agar pendidik dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan perkembangan kemampuan setiap siswa, bukan menggantikan peran guru dalam memberikan tuntunan, empati, dan pemahaman terhadap kebutuhan anak.
Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D, menegaskan pentingnya metode pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan.
“Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah mereka yang belum dapat kesempatan belajar dari guru dan metode yang baik,” ujar Yohanes.
Sebelumnya, Telkomsel dan INA AI telah menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses keluarga Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital.
Melalui kolaborasi di Bali, dukungan tersebut diperluas dengan melibatkan pemerintah daerah, peningkatan kompetensi guru, pembelajaran siswa, serta evaluasi program secara bertahap. Upaya ini diharapkan dapat membangun ekosistem pembelajaran numerasi yang lebih mudah diakses, interaktif, dan relevan bagi kebutuhan siswa serta guru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....