UGR Perkuat Poklahsar Dapur Pesisir Melalui Diversifikasi Produk dan AI

  • 05 Agt 2026 08:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Dapur Pesisir di Desa Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, mulai memperkuat kapasitas usaha melalui pelatihan diversifikasi produk olahan ikan dan pemasaran digital berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk perikanan sekaligus memperluas akses pasar melalui pemanfaatan teknologi digital.

Selama ini Poklahsar Dapur Pesisir telah memproduksi berbagai olahan hasil perikanan, seperti kerupuk ikan dan sambal ikan kering. Namun, diversifikasi produk dan pemanfaatan pemasaran digital masih menjadi tantangan yang dihadapi kelompok sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dalam aspek produksi maupun pemasaran.

Melalui kegiatan pengabdian ini, anggota Poklahsar memperoleh pelatihan pembuatan abon ikan tongkol sebagai produk olahan baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Peserta tidak hanya mempelajari teknik pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) agar produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu dan memiliki daya saing.

Praktik pembuatan abon ikan tongkol oleh anggota Poklahsar Dapur Pesisir bersama tim dosen dan mahasiswa.

Ketua pelaksana kegiatan pengabdian, Muslihuddin Aini, S.Pi., M.Si., mengatakan diversifikasi produk menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan pendapatan kelompok pengolah hasil perikanan. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya ikan lokal harus diikuti dengan inovasi produk agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

"Potensi hasil perikanan di Desa Labuhan Haji sangat besar. Melalui pelatihan ini kami ingin mendorong kelompok agar tidak hanya menjual produk yang sudah ada, tetapi juga mampu menghasilkan produk baru seperti abon ikan tongkol yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan peluang pasar yang lebih luas," ucap Muslihuddin Aini.

Selain pelatihan produksi, peserta juga dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Materi yang diberikan meliputi penggunaan ChatGPT untuk menyusun caption promosi, copywriting, slogan produk, hingga ide konten media sosial.

" Peserta juga dikenalkan cara membuat foto produk yang lebih menarik serta menyusun poster promosi untuk mendukung pemasaran melalui WhatsApp Business dan media sosial," ujarnya.

Muslihuddin Aini menjelaskan perkembangan teknologi kecerdasan buatan perlu dimanfaatkan oleh pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu yang mempermudah pelaku usaha dalam menyusun materi promosi secara cepat tanpa harus memiliki kemampuan desain maupun penulisan pemasaran secara profesional.

"Artificial Intelligence bukan menggantikan pelaku usaha, tetapi menjadi asisten yang membantu mempercepat proses pemasaran. Dengan memanfaatkan AI, pelaku UMKM dapat menghasilkan konten promosi yang menarik sehingga lebih fokus mengembangkan kualitas produknya," ujarnya.

Suasana pelatihan pemasaran digital berbasis AI, saat peserta mempraktikkan penggunaan ChatGPT menggunakan hp

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Poklahsar Dapur Pesisir, dosen pelaksana pengabdian Universitas Gunung Rinjani, Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Gunung Rinjani, Penyuluh Perikanan Kabupaten Lombok Timur, Asosiasi Pengusaha Industri Kecil dan Menengah (APIKM) Lombok Timur, serta Coastal Evironmental and Fisheries (CEF). Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat kapasitas kelompok pengolah hasil perikanan di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembelajaran yang terintegrasi mulai dari peningkatan kemampuan produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran digital. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk olahan perikanan sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan teknologi.

Ke depan, Poklahsar Dapur Pesisir diharapkan mampu mengembangkan usaha secara lebih mandiri dengan menghadirkan produk-produk olahan yang lebih beragam serta menerapkan pemasaran digital secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok, memperkuat ekonomi keluarga nelayan, serta mendukung pengembangan UMKM berbasis potensi perikanan di Kabupaten Lombok Timur.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gunung Rinjani yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok pengolah hasil perikanan di wilayah pesisir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....