Ketua LPM UIN Mataram: Mutu Nyata Jadi Kunci Akreditasi Internasional
- 01 Agt 2026 20:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Menjelang tahapan pra-verifikasi akreditasi internasional ACQUIN pada 6 Agustus 2026, UIN Mataram menegaskan bahwa proses penilaian tidak hanya bertumpu pada kelengkapan administrasi. Kampus tersebut justru menempatkan budaya mutu yang berjalan secara konsisten sebagai indikator utama dalam meraih pengakuan internasional.
Komitmen itu disampaikan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi, M.A., saat membuka Workshop Pengisian Self-Assessment Report (SAR) ACQUIN di Hotel Fave Mataram, Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti 70 peserta yang terdiri atas Tim Klaster I, II, dan III, tim penerjemah, serta tim pengelola website sebagai bagian dari persiapan menuju akreditasi internasional.
Menurut Prof. Fahrurrozi, akreditasi internasional merupakan momentum untuk membuktikan bahwa sistem penjaminan mutu di UIN Mataram telah diterapkan secara nyata dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, mulai dari tata kelola akademik, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelayanan mahasiswa, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
"Akreditasi internasional bukan sekadar menyiapkan dan melengkapi dokumen. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana dokumen tersebut mampu membuktikan budaya mutu yang benar-benar hidup dan dilaksanakan secara konsisten di UIN Mataram," tuturnya. "Apa yang kita tuliskan harus sesuai dengan apa yang kita kerjakan, dan apa yang kita kerjakan harus dapat dibuktikan melalui data serta eviden yang valid."
Ia menegaskan, setiap narasi dalam Self-Assessment Report harus memiliki dukungan data yang akurat serta bukti yang dapat diverifikasi. Dengan demikian, dokumen yang disusun tidak hanya memenuhi kebutuhan akreditasi, tetapi juga mencerminkan kualitas institusi secara objektif di hadapan asesor internasional.
Selama workshop berlangsung, masing-masing klaster melakukan penelaahan terhadap seluruh komponen SAR. Tim mencocokkan data, menyelaraskan narasi, mengidentifikasi kekurangan eviden, serta memetakan berbagai catatan yang perlu diselesaikan sebelum memasuki tahapan pra-verifikasi.
Sementara itu, Sekretaris LPM UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdul Quddus, M.A., menekankan pentingnya sinkronisasi informasi antarunit. Menurutnya, data pada tingkat program studi, fakultas, hingga universitas harus saling terhubung sehingga mampu menunjukkan sistem penjaminan mutu yang berjalan secara terintegrasi.
Selain itu, tim pengelola website juga diminta melakukan pembaruan informasi pada laman resmi universitas. Website dinilai memiliki peran strategis sebagai etalase digital yang menampilkan profil institusi, kurikulum, dosen, mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, internasionalisasi, hingga berbagai layanan akademik.
Karena itu, isi website harus selaras dengan dokumen Self-Assessment Report dan bukti pendukung yang disiapkan. Ketiganya dipandang sebagai satu kesatuan yang akan memperlihatkan transparansi, konsistensi, sekaligus kualitas tata kelola UIN Mataram kepada publik nasional maupun internasional.
Melalui workshop tersebut, LPM UIN Mataram juga memetakan sejumlah pekerjaan prioritas yang harus diselesaikan sebelum pra-verifikasi, mulai dari penyempurnaan narasi SAR, pengecekan silang data, pelengkapan eviden, penyelarasan hasil terjemahan, hingga pembaruan informasi digital. Langkah tersebut diharapkan semakin memantapkan kesiapan UIN Mataram dalam menghadapi proses akreditasi internasional sekaligus memperkuat reputasi akademik di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....