Perbarui Kurikulum, Ilmu Komunikasi Unram Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
- 31 Jul 2026 16:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram (Unram) melakukan rekonstruksi kurikulum sebagai langkah menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan persaingan global. Upaya tersebut dibahas dalam Workshop Rekonstruksi Kurikulum yang digelar di Golden Palace Hotel, Kamis, 30 Juli 2026.
Kegiatan menghadirkan Koordinator Kurikulum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Prof. Dr. Catur Suratnoaji, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Dr. Nindi Aristi, S.Sos., M.Comn., pimpinan FHISIP Unram, koordinator program studi, mitra industri, alumni, serta dosen Program Studi Ilmu Komunikasi.
Koordinator Kurikulum ASPIKOM, Prof. Dr. Catur Suratnoaji, mengatakan pembaruan kurikulum menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan tantangan masa depan.
"Transformasi kurikulum harus mampu menjawab perubahan lanskap media digital, memperkuat literasi digital, serta mengintegrasikan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence atau AI ke dalam proses pembelajaran," ujarnya.
Ia menilai Program Studi Ilmu Komunikasi Unram perlu memperkuat karakteristik keilmuannya melalui pengembangan kompetensi komunikasi pariwisata dan komunikasi kebencanaan. Kedua bidang tersebut dinilai memiliki potensi menjadi keunggulan yang mampu membedakan lulusan Unram dengan perguruan tinggi lain.
Selain mengikuti perkembangan teknologi, kata Catur, penyusunan kurikulum juga harus memperhatikan kebutuhan dunia industri sehingga lulusan memiliki kemampuan yang relevan dengan pasar kerja sekaligus mampu beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Dr. Nindi Aristi, menekankan pentingnya penerapan Outcome-Based Education (OBE) dalam penyusunan kurikulum. Pendekatan tersebut mengedepankan keselarasan antara capaian pembelajaran, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen yang diterapkan kepada mahasiswa.
Menurutnya, proses pembelajaran harus berpusat pada mahasiswa dengan dukungan sistem evaluasi yang transparan serta umpan balik yang mampu mendorong peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.
Nindi juga menilai perkembangan Artificial Intelligence harus disikapi secara positif sebagai bagian dari inovasi pembelajaran. Meski demikian, pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus dibarengi dengan penguatan etika akademik.
"AI dapat membantu meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan orisinalitas tetap menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan," jelasnya.
Workshop tersebut juga menjadi ruang bagi Program Studi Ilmu Komunikasi FHISIP Unram untuk menghimpun masukan dari akademisi, asosiasi profesi, mitra industri, dan alumni. Berbagai saran yang diperoleh akan menjadi dasar penyusunan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri komunikasi.
Melalui rekonstruksi kurikulum ini, Program Studi Ilmu Komunikasi FHISIP Unram berharap mampu melahirkan lulusan yang memiliki daya saing global, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memberikan kontribusi nyata di bidang komunikasi pada era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....