Unram Siapkan Rumah Inovasi dan Magang Industri Perkuat Hilirisasi Riset
- 30 Jul 2026 18:42 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat hilirisasi hasil penelitian melalui pengembangan Rumah Inovasi, program magang industri, serta pembentukan pusat unggulan lintas disiplin sebagai bagian dari kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Unram, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, dan BSN di Ruang Tamu Rektor Unram, Selasa 28 Juli 2026.
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, mengatakan perguruan tinggi harus mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha.
Ia juga mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman industri melalui program magang hingga satu tahun yang dapat direkognisi sebagai tugas akhir atau skripsi.
"Mahasiswa harus lebih dekat dengan dunia industri sehingga kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung pembangunan daerah," katanya.
Selain memperkuat program magang, Unram tengah mempersiapkan pembentukan pusat unggulan yang mengintegrasikan bidang peternakan, perikanan, pertanian, dan industri guna mempercepat hilirisasi inovasi sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Rektor juga meminta data desa binaan milik Dinas Perdagangan Provinsi NTB agar program pengabdian masyarakat dan pembinaan yang dijalankan Unram dapat diselaraskan dengan kebutuhan daerah.
Sekretaris LPPM Unram, I Wayan Sudiarta, menjelaskan pihaknya terus mengembangkan Rumah Inovasi sebagai pusat hilirisasi hasil penelitian dan alih teknologi.
Menurutnya, Rumah Inovasi akan menjadi penghubung antara hasil riset kampus dengan kebutuhan industri serta masyarakat, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pemberdayaan UMKM berbasis inovasi.
Sementara itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyatakan siap mendukung pengembangan laboratorium dan lembaga sertifikasi di Unram melalui pembinaan, penyediaan data, materi, hingga pelatihan standardisasi sesuai kebutuhan masing-masing fakultas.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi daerah sekaligus mendorong lahirnya produk riset yang memiliki nilai tambah bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....