Hari Persahabatan Internasional Momen Menjaga Perdamaian Dunia

  • 30 Jul 2026 19:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Untuk mengapresiasi hal yang terpenting yang dijalani sepanjang hidup, maka terwujudlah Hari Pesahabatan Internaional yang diperingati setiap tanggal 30 Juli setiap tahunnya. Hari yang didedikasikan untuk mengahrgai ikatan erat yang telah dibangun bersama sahabat sepanjang waktu. Hari ini juga menjadi momen untuk merayakan serta mereningkan makna menjadi seorang sahabat yang baik.

Kehadiran mereka sungguh memberikan dampak besar dalam hidup. Entah untuk yang sudah berteman sejak masa kanak-kanak,bertemu di tempat kerja, atau saat menekuni hobi yang digemari, satu hal pasti bahwa sahabat sejati adalah mereka yang selalu ada saat dibutuhkan. Sahabat telah membantu membuat hari-hari menjadi sedikit lebih ceria.

Memaknai pentingnya arti hadirnya seorang sahabat yang akan memberikan dampak untuk kehidupan umat manusia di muka Bumi. Hari Persahabatan Internasioanl dicanangkan pada tahun 2011 oleh Majelis Umum PBB dengan gagasan bahwa persahabatn antar-bangsa, negara, budaya dan individu dapat menginspirasi upaya perdamaian serta membangun jembatan penghubung antar-komunitas. Resolusi tersebut menekankan pentingnya melibatkan kaum muda sebagai pemimpin masa depan dalam kegiatan masyarakat yang mencakup beragam budaya serta mendorong pemahaman internasional dan penghormatan terhadap keberagaman.

Hari Persahabatan Internasional merupakan inisiatif menindaklanjuti usulan UNESCO mengenai definisi budaya damai, mencakup nilai, sikap dan perilaku yang menolak kekerasan serta berupaya mencegah konflik dengan menangani akar penyebabnya demi penyelesaian masalah. Konsep inilah yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1997. Sehingga mendorong untuk semua pihak agar meningkatkan rasa solidaritas, kekompakan yang penuh kasih dan kerjasama yang mengedepankan kepentingan bersama untuk terus menjaga persahabatan yang akan menjaga perdamaian dunia keseluruhan.

Asal mula Hari Persahabatan Internasional berawal dari tahun 1930, diusulkan oleh J.C. Hall seorang pengusaha Amerika dan pendiri perusahaan kartu ucapan Hallmark. Gagasannya tentang hari perayaan global untuk menghargai persahabatan. Ia memilih tanggal 2 Agustus, yang bahkan diakui oleh Asosiasi Kartu Ucapan Nasional. Namun, gagasan ini perlahan ditinggalkan karena banyak orang menganggap upaya ini sebagai taktik pemasaran semata,bukan sebagai hari perayaan yang tulus untuk merayakan persahabatan.

Kemudian di tahun 1958, Dr. Ramon Artemio Bracho sedang bersantap malam bersama teman-temannya di Kota Puerto Penasco, Paraguay, ketika ia melontarkan gagasan tentang Hari persahabat Global. Kemudian lahirlah Gerakan Persahabatan Dunia. World Friendship Crusade, yayasan yang mempromosikan persahabatan dan keharmonisan di anatara seluruh umat manusia., terlepas dari perbedaan yang ada.

Melalui organisasi ini, Dr.Bracho terus melobi PBB hingga akhirnya PBB mengakui secara resmi hari tersebut pada tahun 2011. Hingga di tahun 1998, Nane Ann istri mendiang Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menunjuk Winnie The Pooh sebagai Duta Persahabatan Dunia. PBB memberikan anugerah plakat kepada jarakter beruang fiktif tersebut, sebagai bentuk apresiasi atas pesan konsistennya membentuk kebersamaan, kesetiaan dan persahabatan.

Sehingga 2011 akhirnya resmi diumumkan oleh Majelis Umum PBB dengan gagasan bahwa persahabatan,antar masyarakat,negara, budaya,dan individu dapat menginspirasi upaya perdamaian serta membangun jembatan penghubung antar komunitas. Dalam peringatan tahun ini, PBB mengingatkan bahwa perdamaian sejati tidak hanya ditempa di ruang perundingan atau melalui penandatangan perjanjian, namun dibangun helai demi helai, melalui kepercayaan yang diberikan satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari.

Persahabatan, khususnya dikalangan muda memiliki kekuatan yang istimewa. Akan mampu melampaui batasan bahasa, keyakinan, dan sejarah yang mungkin memisahkan. Persahabatan mengajak untuk mendengar sebelum menghakimi, menjadi lebih dari sekedar ikatan, menjadi cetak biru bagi rekonsiliasi. Mengajarkan saling memahami bukanlah pencapaian besar semata, melainkan sebuah kebiasaan, praktik, dan cara menjalani hidup yang menegaskan bahwa "kesejahteraanmu juga penting bagiku".

Melalui peringatan tahun ini, maka ada ajakan untuk membayangkan masa depan di mana perbedaan tidak berarti jarak, dan di mana kepercayaan lebih kuat daripada ketakutan. Melalui persahabatan, kita tidak sekedar menghadapi dunia sebagaimana adanya saat ini mari kita mulai membentuk dunia sebagaimana ia bisa terwujud di masa depan. Sehingga terbentuk keberanian, persatuan dan komitmen untuk menjalani dan meyakini masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....